Bisa Bikin Anak Malas, Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh Harus Dikaji Ulang

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyoroti wacana kegiatan belajar-mengajar siswa yang akan kembali dilakukan secara daring atau dalam jaringan (online). Model pembelajaran ini, sebelumnya juga pernah dilakukan saat pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
Namun, belajar dari pengalaman saat pandemi pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah. Karena itu, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring perlu dikaji lebih mendalam.
"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah COVID-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," kata Esti dalam keterangan di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Komisi X DPR: Pembelajaran Jarak Jauh Sebaiknya Diberlakukan Selektif, Bukan Nasional
Dia mengatakan, pengkajian pembelajaran daring perlu dilakukan melihat sejumlah permasalahan. Seperti tantangan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran berbeda-beda, kedisiplinan, pembentukan karakter, sampai pada kendala teknologi, dan lain sebagainya.
"Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," ujarnya.
Salah satu dampak pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 menurutnya adalah learning loss, yakni fenomena yang memunculkan keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya.
Baca Juga: Arrowstar Kindergarten Hadir di Orange Groves PIK 2, Siap Buka Pembelajaran Juli 2026
Dia menilai, kemampuan kognitif pelajar semakin menurun pasca kebijakan pembelajaran daring. Hal itu terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.
Selain ketertinggalan dalam bidang akademis seperti learning loss, sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis dan kesehatan fisik anak.
Dia menegaskan, pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dapat menyebabkan dampak berkepanjangan. "Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









