Akurat

Gibran Tinjau Persiapan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Tekankan Pentingnya Harmoni Kebangsaan

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 15 Februari 2026, 17:23 WIB
Gibran Tinjau Persiapan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Tekankan Pentingnya Harmoni Kebangsaan

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah, dalam menjaga persatuan serta merawat harmoni di tengah keberagaman bangsa.

Dalam kunjungan tersebut, dia memastikan kesiapan teknis rangkaian perayaan, mulai dari penataan kawasan, persiapan lampion, hingga kesiapan area utama perayaan. 

Dia juga menyaksikan secara langsung pertunjukan singkat barongsai yang menjadi atraksi khas Imlek, simbol semangat dan keberuntungan dalam tradisi Tionghoa.

Baca Juga: Download 15 Link Twibbon Imlek 2026 Tahun Kuda Api HD Gratis untuk Media Sosial

Sementara itu, Pengelola Yayasan Klenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi, mengatakan bahwa kehadiran Wapres membawa pesan penting mengenai pentingnya merawat harmoni di tengah keberagaman bangsa.

"Pesan beliau adalah tetap dijaga hal-hal seperti ini, karena Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, berbagai macam bahasa, tapi semua bisa bersama-sama merayakan kebudayaannya masing-masing dan bisa saling mensupport (mendukung). Itu pesan dari beliau yang juga diaminin oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah dan Ibu Wali Kota," ungkap Mulyadi, Minggu (15/2/2026). 

Baca Juga: Libur Imlek 2026, Jasa Marga Prediksi 1,6 Juta Kendaraan Lintasi Tol Jabotabek

Dia menambahkan, Wapres turut mengapresiasi kesiapan perayaan yang telah dilakukan pengelola, termasuk pelestarian nilai sejarah kawasan tersebut. "Mas Wapres juga mengapresiasi bahwa kita mempersiapkan dan Mas Wapres lihat sendiri bagaimana banyaknya lampion yang kita siapkan, Kemudian cagar budayanya," imbuhnya.

Sebagai salah satu ikon wisata religi dan budaya di Kota Semarang, Klenteng Sam Poo Kong tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga representasi akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara yang telah mengakar kuat dalam sejarah Indonesia.

Mulyadi pun menyampaikan harapan agar momentum ini turut mendorong pemulihan sektor pariwisata yang sempat terdampak dalam beberapa waktu terakhir. Kunjungan ini mencerminkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya sebagai ruang perjumpaan lintas identitas, sekaligus penguatan sektor pariwisata berbasis budaya di berbagai daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.