Akurat

Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Nusantara, Simbol Akulturasi dan Persatuan Bangsa

Ahada Ramadhana | 6 Februari 2026, 23:50 WIB
Imlek Nasional 2026 Angkat Harmoni Nusantara, Simbol Akulturasi dan Persatuan Bangsa

AKURAT.CO Pemerintah secara resmi meluncurkan logo perhelatan “Imlek Nasional 2026: Harmoni Imlek Nusantara” sebagai simbol perayaan Tahun Baru Imlek yang inklusif, mengayomi, serta merepresentasikan semangat kebangsaan Indonesia.

Logo ini dirancang sebagai bahasa visual yang hangat, humanis, tenang, dan bermartabat, sekaligus memancarkan optimisme serta refleksi perjalanan bangsa dalam keberagaman.

Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, mengatakan logo tersebut merepresentasikan Indonesia dengan seluruh kekayaan budaya dan semangat kebhinekaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Mulai dari Merah Putih di rambut kuda sebagai pengingat bahwa mahkota kita adalah bendera negara, hingga simbol api pada mata yang melambangkan semangat Kuda Api di tahun ini. Semua elemen mengingatkan agar setiap langkah yang kita ambil tidak melupakan kebudayaan dan kemanusiaan,” ujar Irene.

Filosofi logo terwujud melalui berbagai elemen simbolik. Merah Putih pada rambut kuda melambangkan identitas bangsa sebagai mahkota dalam setiap langkah menuju masa depan.

Ring di mulut kuda mencerminkan kendali atas tutur kata, kebijaksanaan dalam berkomunikasi, serta komitmen untuk menyatukan, bukan memecah belah.

Sementara mata api merepresentasikan semangat, keberanian, fokus batin, dan energi Kuda Api sebagai penggerak perubahan.

Pada bagian kaki, terdapat bunga batik yang terangkat sebagai simbol langkah maju bangsa tanpa meninggalkan nilai budaya dan kemanusiaan.

Ring di kaki menegaskan bahwa kekuatan besar harus bergerak dalam kesadaran, etika, dan tujuan bersama. Motif batik pucuk rebung melambangkan pertumbuhan, harapan, dan perjalanan bangsa yang berakar kuat namun terus berkembang.

Baca Juga: Program MBG Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan

Elemen buntut kuda yang terbelah dua menggambarkan dualitas yang harmonis—tradisi dan modernitas, lokal dan global, masa lalu dan masa depan—sebagai perwujudan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara motif batik banjimenjadi simbol kebahagiaan yang berlimpah, kesinambungan hidup, spiritualitas, serta keseimbangan antara dunia material dan batin.

Wakil Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Veronica Tan, menyampaikan bahwa Imlek Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kebersamaan dan persatuan.

“Imlek Nasional Harmoni Nusantara diharapkan menjadi momentum untuk kembali ke rumah, mempererat kebersamaan keluarga, dan menyatukan kita semua sebagai satu bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Dewan Penasihat Panitia Imlek Nasional, Mari Elka Pangestu, menekankan kuatnya akulturasi budaya Tionghoa dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Akulturasi budaya sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, Imlek bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga tradisi dan budaya yang diwariskan sejak kecil,” ungkapnya.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) sekaligus Penasihat Panitia Imlek Nasional, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa perhelatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman budaya dan keyakinan.

“Acara ini menegaskan kembali komitmen kebangsaan kita bahwa keberagaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi persatuan, sekaligus kekuatan sosial bangsa,” ucapnya.

Tema besar “Harmoni Imlek Nusantara” diwujudkan melalui rangkaian Imlek Festival 2026, yang dikemas sebagai festival Tahun Baru Lunar berbasis akulturasi seni, tradisi, dan kuliner Nusantara.

Perayaan ini memadukan tradisi, kreativitas modern, kewirausahaan, serta partisipasi lintas generasi untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif.

Penggunaan logo dianjurkan untuk kegiatan edukatif, sosial, budaya, promosi pariwisata, ekonomi kreatif, serta aktivitas publik yang memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan optimisme.

Dengan semangat tersebut, Imlek Nasional 2026 diharapkan menjadi perayaan yang menenangkan, menghangatkan, dan mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Baca Juga: Indonesia Gabung Board of Peace, Jusuf Hamka: Jangan Suudzon, Prabowo Pasti Punya Strategi

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.