Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Demografi dalam Pembangunan Berkelanjutan

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menerima audiensi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga), dalam rangka penguatan koordinasi lintas sektor pada isu kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, menyampaikan rencana penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada awal Februari 2026.
Nantinya, rakornas akan menitikberatkan pada penguatan sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas demografi dan ketahanan keluarga, sebagai fondasi pengelolaan bonus demografi dan pembangunan manusia jangka panjang.
Baca Juga: Kemenko PMK Percepat Penanganan Darurat Tanah Longsor di Bandung Barat
"Pengelolaan kependudukan tidak hanya berbicara soal jumlah penduduk, tetapi juga bagaimana memastikan stabilitas demografi dan ketahanan keluarga sebagai basis pembangunan nasional," kata Wihaji, Sabtu (31/1/2026).
Selain itu, pelaksanaan kebijakan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) diukur melalui 30 indikator kinerja daerah, dengan insentif fiskal bagi daerah yang memenuhi target.
Lalu, terdapat program prioritas yang telah dilaksanakan yakni distribusi Makanan Pendamping Gizi (MPG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD juga telah menjangkau sekitar 3,2 juta penerima manfaat per hari hingga Januari 2026, didukung ratusan ribu kader di berbagai daerah.
Menanggapi hal tersebut, Menko PMK, Pratikno, menegaskan bahwa isu kependudukan dan pembangunan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan berbagai agenda strategis pembangunan manusia. Mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga pelestarian lingkungan hidup.
Dia menekankan pentingnya sinergi kebijakan dan integrasi data lintas kementerian, agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran dan saling melengkapi.
Baca Juga: Aturan Baru Zakat Jadi Pengurang Pajak: Ini Isi Lengkap PMK 114/2025
"Kunci dari intervensi pembangunan manusia adalah data yang terintegrasi dan koordinasi yang kuat antar-kementerian, sehingga kebijakan yang dijalankan benar-benar presisi," ujar Pratikno dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Dalam arahannya, Pratikno menegaskan bahwa peran koordinatif yang dijalankan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi strategis dalam menyelaraskan kebijakan, program, dan kegiatan lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Keterpaduan program kependudukan dan pembangunan keluarga diposisikan sebagai fondasi penting untuk mendukung agenda prioritas nasional, khususnya percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran keluarga dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak, peningkatan kesehatan keluarga.
Termasuk kesehatan mental dan penuntasan TBC, yang mencakup upaya promotif dan preventif pada kehidupan keluarga, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui intervensi pendidikan dan pengasuhan yang terintegrasi.
Selain itu, Kemenko PMK juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas lingkungan hidup yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Termasuk melalui upaya pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun perilaku hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
"Pembangunan manusia pada akhirnya bermuara di keluarga. Karena itu, penguatan kebijakan kependudukan dan ketahanan keluarga harus menjadi kerja bersama lintas sektor," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok





