Mitigasi Bencana, Komisi V DPR Desak BMKG Tambah Radar Deteksi Prediksi Cuaca

AKURAT.CO Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menambah kuantitas kebutuhan radar guna mendeteksi, serta melakukan analisis dan juga memprediksi kondisi cuaca secara realtime.
"Jadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita kebutuhan radar masih sangat besar. Masih ada kurang lebih 43 persen, dari sekarang 57 persen yang sudah terpenuhi," kata Lasarus dalam rapat kerja bersama BMKG dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Gedung DPR/MPR RI, Rabu (28/1/2026).
DIa mengatakan, BMKG dapat segera menganggarkan untuk kebutuhan penambahan radar. Sebab, dalam waktu ke belakang rentetan bencana telah terjadi di Indonesia, sehingga dibutuhkan perhatian lebih sebagai bentuk upaya mitigasi dan antisipasi.
Baca Juga: United Tractors Salurkan Bantuan Berkelanjutan untuk Bencana Sumatra
"Kebutuhan penganggaran ini mendesak. Ini sangat mendesak sekali dengan kondisi kita akhir-akhir ini bencana berentetan hampir tidak berhenti. Terutama yang sangat mengerikan adalah bencana alam yang ada di Sumatera dan terakhir kemarin yang ada di Jawa Barat," jelasnya.
Jika pemerintah dapat melakukan upaya mitigasi dan antisipasi, hal ini meminimalisir jatuhnya korban jiwa dalam terjadinya bencana. Sekalipun modifikasi cuaca yang telah dilakukan tetap memiliki keterbatasan.
Baca Juga: Dana Desa Dialokasikan Bantu Bangun Rumah Warga Terdampak Bencana Sumatera
"Kalau bisa diantisipasi berarti kan kita punya peluang, Pak, untuk menghindari korban akibat dari kekuatan alam yang memang pasti kita tidak bisa kendalikan. Kalau modifikasi cuaca, kemampuan kita pun ada batasnya," ujarnya.
Lasarus pun meyakini bencana alam atau cuaca merupakan kejadian yang tidak dapat dikendalikan. Namun, kesiapsiagaan dan kelengkapan peralatan menjadi faktor penting yang memungkinkan harus dipersiapkan, dengan mengimbangi kemajuan teknologi yang dapat dipergunakan untuk seluruh wilayah di Indonesia.
"Perlengkapan peralatan yang memungkinkan ya pak, secara teknologi dan kebetulan keadaan bisa dipertanggungjawabkan secara impiris keilmuan. Sehingga kita memiliki peralatan yang mumpuni dari Sabang sampai Marauke untuk perkiraan cuaca," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver







