Daftar Negara Paling Aman Saat Perang Dunia 3, Ada Indonesia?

AKURAT.CO Meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama akibat konflik Iran-Israel dan invasi Rusia ke Ukraina, telah menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III.
Dalam kondisi ketidakpastian ini, muncul pertanyaan tentang negara-negara mana saja yang dianggap paling aman sebagai tempat berlindung.
Indonesia termasuk dalam daftar negara yang dinilai aman jika Perang Dunia III terjadi, berkat posisi geopolitik, netralitas militer, dan stabilitas internalnya.
Daftar Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Terjadi
Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/1/2026), berikut daftar 12 negara yang dinilai aman berdasarkan posisi geopolitik, netralitas militer, dan stabilitas internal. The Economic Times juga mengeluarkan daftar 11 negara dan wilayah yang dianggap paling aman.
Berikut adalah beberapa negara yang sering disebut dalam daftar negara paling aman:
1. Indonesia
Indonesia termasuk dalam daftar negara teraman untuk berlindung jika konflik Iran-Israel bereskalasi menjadi Perang Dunia III.
Alasannya termasuk sikap politik luar negeri yang konsisten menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam aliansi militer global.
Indonesia juga memiliki stabilitas politik dan keamanan internal yang relatif baik, serta lokasi geografis yang jauh dari kawasan konflik utama. Meskipun demikian, Indonesia tetap perlu waspada terhadap dampak tidak langsung seperti krisis ekonomi global.
2. Islandia
Islandia secara konsisten menduduki puncak Indeks Perdamaian Global dan jarang terlibat dalam konflik internasional.
Negara Nordik ini relatif terpencil secara geografis dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Islandia memiliki cadangan air tawar, sumber daya laut, dan energi terbarukan yang memadai, sehingga tidak terlalu bergantung pada negara lain untuk sumber daya.
3. Selandia Baru
Selandia Baru menempati peringkat kedua dalam Indeks Perdamaian Global.
Negara ini dikenal netral sejak Perang Dunia II dan memiliki lokasi terpencil dengan medan pegunungan yang dapat melindungi dari invasi. Selandia Baru juga disebut memiliki bunker nuklir terbaik.
4. Swiss
Swiss dikenal sebagai negara yang paling sering dikaitkan dengan netralitas politik, bahkan selama Perang Dunia II.
Negara ini terlindungi dengan baik oleh medan pegunungannya, geografisnya yang terkurung daratan, serta memiliki berbagai tempat perlindungan nuklir.
5. Antartika
Antartika, atau Kutub Selatan, bisa menjadi tempat teraman karena letaknya yang terisolasi di ujung selatan Bumi.
Dengan luas 5,4 juta mil persegi tanah yang belum tersentuh, wilayah ini berpotensi menjadi tempat perlindungan massal jika terjadi perang nuklir.
6. Greenland
Greenland adalah pulau terbesar di dunia dan merupakan wilayah kedaulatan Denmark. Pulau ini terpencil secara geografis dan juga bersikap netral secara geopolitik.
Dengan populasi saat ini yang hanya sekitar 56.000 orang, kecil kemungkinan Greenland akan menjadi target serangan negara mana pun.
7. Fiji
Fiji adalah negara kepulauan yang terpencil di tengah Samudra Pasifik, sekitar 4.300 km dari Australia. Negara ini memiliki populasi yang relatif sedikit dan komitmen terhadap kebijakan luar negeri yang damai.
Fiji dipenuhi hutan lebat dengan persediaan ikan dan mineral yang berlimpah, menjadikannya tempat perlindungan yang menarik. Fiji juga menempati peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global.
8. Argentina
Meskipun Argentina memiliki sejarah terlibat dalam konflik, negara ini diperkirakan bisa menjadi tempat yang memungkinkan untuk bertahan hidup dari kelaparan setelah perang nuklir.
Argentina dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan iklim ekstrem dan melimpahnya tanaman yang tahan penyakit, seperti gandum.
9. Chili
Chili, negara sepanjang lebih dari 6.400 km, diberkahi dengan berbagai tanaman dan sumber daya alam yang melimpah. Negara ini juga memiliki infrastruktur terbaik di Amerika Selatan, menjadikannya lokasi yang strategis dan mandiri.
10. Afrika Selatan
Afrika Selatan menjadi kandidat kuat sebagai tempat aman saat krisis global karena memiliki lahan subur, sumber air melimpah, dan infrastruktur modern.
11. Bhutan
Bhutan menyatakan netralitasnya terkait konflik apa pun setelah bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1971.
Negara ini terkurung daratan dan dikelilingi oleh pegunungan, terutama di bagian timur Pegunungan Himalaya, sehingga lebih mudah untuk mempertahankan wilayahnya.
12. Tuvalu
Tuvalu dengan populasi hanya 11.000 jiwa, kemungkinan besar tidak menarik perhatian negara adidaya dan agresor karena minimnya sumber daya dan infrastruktur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






