Gibran Gandeng AI Forum Percepat Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Pemerintah komitmen mempercepat transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045, dengan penguatan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) nasional melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan dukungannya saat bertemu dengan komunitas AI dalam membahas perkembangan serta tantangan penerapan AI di Tanah Air. Mulai dari aspek riset, pendidikan, hingga kesiapan sektor industri dalam menghadapi transformasi digital di Istana Wapres, kemarin.
Executive Chairman AI Forum Indonesia, Dito Eka Cahya, menyampaikan bahwa Wapres Gibran memberikan perhatian besar terhadap pengembangan AI, sebagai salah satu pilar penting kemajuan bangsa.
Baca Juga: Startup AI Saudi Pastikan Tak Gunakan Teknologi Huawei Demi Dapat Izin Impor Chip AS
"Mas Wapres menyambut dengan sangat baik inisiatif yang kami lakukan. Beliau berkomitmen membantu pengembangan ekosistem AI di Indonesia dengan menghubungkan berbagai inisiatif pemerintah dan sektor swasta," kata Dito, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, Wapres juga menekankan pentingnya pengembangan AI yang etis, inklusif, dan berkelanjutan agar manfaat teknologi ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Kami ingin memastikan agar adopsi AI di Indonesia berjalan dengan memperhatikan etika, sekaligus membuka peluang yang merata bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," terangnya.
Baca Juga: Seleris dan IDPay Hadirkan Solusi AI untuk Seleksi Risiko di Ribuan Titik EDC Nasional
Dia menekankan, AI Forum akan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sehingga hasil riset dari kampus dapat diimplementasikan secara langsung dalam dunia usaha.
Menurutnya, AI Forum juga akan berperan sebagai jembatan antar pemangku kepentingan untuk memastikan sinkronisasi program antara akademisi, industri, dan pemerintah berjalan efektif.
"Pemerintah juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem AI nasional yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








