Langkah Prabowo Pulihkan Industri Timah Bisa Kuatkan Iklim Investasi Nasional

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, dinilai berhasil membangun kepercayaan baru bagi dunia usaha dan investor, melalui langkah tegas dalam membenahi tata kelola industri timah nasional.
Penyerahan aset rampasan negara senilai sekitar Rp6–7 triliun oleh Kejaksaan Agung kepada PT Timah Tbk (TINS), yang disaksikan langsung oleh Presiden di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen menegakkan prinsip good governance dalam sektor strategis.
Aset yang diserahkan meliputi enam smelter timah, ratusan alat berat, serta 680 ton logam timah hasil sitaan dari kasus dugaan korupsi tata niaga timah.
Baca Juga: Prabowo Lantik Anggito Abimanyu Jadi Ketua DK LPS, Farid Azhar Jadi Wakil Ketua
Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, menilai langkah Presiden Prabowo mencerminkan arah kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan.
"Presiden Prabowo mengirim pesan jelas kepada investor bahwa Indonesia serius menciptakan iklim industri yang bersih, transparan, dan terukur. Ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pasar terhadap BUMN strategis seperti PT Timah," ujar Labib, di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Dia menjelaskan, penataan ulang industri timah akan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Dengan tambahan enam smelter hasil sitaan, kapasitas produksi PT Timah akan meningkat signifikan, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat ekspor logam strategis Indonesia ke pasar global.
"Reformasi tata kelola yang dipimpin Presiden Prabowo ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana pemberantasan korupsi dan pembangunan ekonomi berjalan beriringan," tegasnya.
Dia juga menilai, langkah digitalisasi rantai pasok tambang dengan teknologi blockchain yang tengah digagas pemerintah akan mendorong transparansi dan akuntabilitas industri tambang nasional. Menurutnya, kebijakan itu mencerminkan keseriusan Presiden Prabowo menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
"Kalau tata kelolanya bersih, maka modal masuk akan lebih deras. Presiden Prabowo memahami bahwa industri strategis seperti timah dan tanah jarang bukan sekadar komoditas, tapi instrumen geopolitik dan ekonomi masa depan," tutur Labib.
Dengan arah kebijakan tersebut, Indonesia dinilai semakin siap menjadi pemain utama dalam rantai pasok global untuk logam strategis.
"Ini momentum kebangkitan industri nasional yang digerakkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo. Dunia usaha kini melihat stabilitas, kepastian, dan keseriusan pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional," tutupnya.
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, menyaksikan secara langsung Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk., di Smelter PT Tinindo Internusa, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Penyerahan aset dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, dilanjutkan dari Wakil Menteri Keuangan kepada CEO Danantara, dan akhirnya dari CEO Danantara kepada Direktur Utama PT Timah Tbk.
Proses penyerahan tersebut menjadi momen bersejarah, sekaligus menandai langkah besar pemerintah dalam memulihkan kerugian negara akibat praktik tambang ilegal di kawasan PT Timah.
"Pagi hari ini saya ke Bangka. Tadi bersama-sama kita menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melaksanakan pelanggaran hukum," ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media usai acara, Senin (6/10/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









