Tragedi Ponpes Al-Khoziny, Presiden Prabowo Perintahkan Pemeriksaan Struktur Bangunan Pesantren

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia, menyusul ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban jiwa.
Perintah tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (5/10/2024) malam.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden menekankan pentingnya pemeriksaan struktur dan kekuatan bangunan di pesantren untuk mencegah kejadian serupa.
“Presiden memerintahkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar beserta jajaran kementeriannya untuk memeriksa sekaligus memperbaiki pondok pesantren resmi yang perlu dicek kekuatan struktur bangunannya, serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya,” ujar Teddy.
Baca Juga: Update Ambruknya Bangunan Ponpes Al-Khoziny: Korban Meninggal Bertambah Jadi 52 Orang
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan bahwa insiden ambruknya bangunan mushalla di Ponpes Al Khoziny mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo.
“Beliau memonitor terus, makanya Beliau kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait, dan gubernur, wakil gubernur untuk memberikan perhatian,” katanya kepada wartawan di Jakarta.
Prasetyo menambahkan, Presiden juga memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pondok pesantren di Indonesia dari sisi keamanan dan keselamatan bangunan.
“Evaluasi ke depan semua pondok pesantren kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan-bangunan, infrastruktur di pondok masing-masing,” ujarnya.
Bangunan mushalla di Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9/2025) pekan lalu, saat proses renovasi di lantai tiga sedang berlangsung. Insiden tersebut menimpa ratusan santri yang sedang melaksanakan shalat berjamaah. Lebih dari 400 personel SAR diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban.
Baca Juga: Kisah Nur Ahmad, Santri yang Kehilangan Lengan di Tragedi Al-Khoziny
Hingga Minggu (5/10/2025) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 52 orang meninggal dunia dan 24 santri masih belum ditemukan. Sementara itu, Basarnas Surabaya melaporkan jumlah korban selamat telah mencapai 104 orang.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau proses evakuasi, sekaligus memastikan keamanan bangunan pesantren di seluruh Indonesia agar tragedi serupa tidak terulang kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









