BGN Soal Ompreng Impor dari China: Dibeli oleh Mitra

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menanggapi kabar soal food tray atau ompreng dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga diimpor dari China dan mengandung minyak babi.
Dadan menegaskan, lembaga yang dipimpinnya akan mengikuti rekomendasi dari otoritas terkait sesuai kewenangan masing-masing.
"Untuk kualitas dan standarisasi itu mungkin Kementerian Perindustrian yang harus menilai, untuk higienisnya BPOM yang menilai, dan untuk kehalalannya Badan Halal yang menilai. Nanti BGN akan mengikuti rekomendasi apapun yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga tersebut," kata Dadan usai rapat bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Baca Juga: Anggaran di 2026 Naik, BGN Pastikan Biaya MBG Tetap Rp10 Ribu per Porsi
Menurutnya, saat ini produksi food tray dalam negeri sudah berjalan dengan kapasitas sekitar 11,6 juta unit per bulan.
Namun, angka ini masih jauh dari kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 80 juta unit pada akhir tahun. Karena itu, pintu impor sementara tetap terbuka untuk memenuhi kekurangan pasokan.
"Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan bahwa pintu impor tidak ditutup. Tapi kami sudah memberikan instruksi bahwa untuk pembelian tray dengan dana APBN, wajib produk dalam negeri. Jadi tidak ada produk impor untuk yang didanai APBN," tegasnya.
Dia menjelaskan, food tray impor dari China yang selama ini digunakan bukan dibeli oleh BGN, melainkan oleh mitra penyedia layanan MBG. Sementara BGN baru berencana menyiapkan tray sendiri untuk program yang dibiayai APBN, khususnya bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga: Target MBG 2026 Bisa Lampaui 74 Juta Penerima Manfaat, BGN Siapkan Skema Dana Cadangan
"Seluruh tray yang ada sekarang di pasaran, yang digunakan di SPPG (Sentra Pemberian Pangan Gizi), itu yang membeli mitra. Kami sendiri belum membeli satu pun. Jadi nanti BGN yang akan membeli produk dalam negeri," ujarnya.
Dadan juga mengungkap alasan mengapa food tray impor dari China sempat digunakan. Saat awal proyek MBG diputuskan memakai tray dengan tutup, ternyata belum ada produsen lokal yang mampu memproduksinya.
"Waktu itu kami minta petugas mencari tray yang ada tutupnya. Yang tersedia di Indonesia ternyata produksi China. Juni 2024 saya sudah kumpulkan asosiasi pengusaha peralatan dapur dan makan, termasuk survei ke pabrik-pabrik. Tapi mereka tidak yakin program ini jalan. Setelah program berjalan cepat, baru banyak yang memproduksi, sekarang ada 17 pengusaha dalam negeri, tapi kapasitasnya baru 11,6 juta per bulan," pungkas Dadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






