Akurat

Demo Makin Anarkis, Prabowo Diminta Segera Turun Tangan

Ahada Ramadhana | 29 Agustus 2025, 17:39 WIB
Demo Makin Anarkis, Prabowo Diminta Segera Turun Tangan

 

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, diminta segera turun tangan menangani aksi demonstrasi yang semakin memanas. Hal ini dilakukan, agar gelombang aksi tidak semakin meluas.

"Presiden Prabowo harus segera turun tangan sebelum gelombang aksi semakin besar dan meluas," kata Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, kondisi rakyat saat ini sudah merasa antipati terhadap DPR akibat sikap nirempati anggota dewan terhadap kondisi rakyat.

Baca Juga: Hendropriyono Sebut Ada Pihak Asing Jadi Dalang Demo di DPR, Hinca: Sampaikan ke Presiden

"Karena situasinya seperti hari ini, massa aksi dan publik sedang antipati dengan DPR dan aparat, maka solusinya menurut saya pemerintah harus mengendalikan situasi," ujarnya.

Untuk itu, presiden harus dapat mengambil sikap dan keputusan yang berani dan berpihak kepada rakyat. "Presiden Prabowo harus berani mengambil keputusan yang radikal, yaitu menurunkan gaji dan tunjangan DPR, dan Para anggota DPR harus legowo," tegasnya.

Sebelumnya, suasana di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, kembali mencekam, Jumat (29/8/2025). Ribuan pengemudi ojek online atau ojol mengepung Markas Komando (Mako) Brimob Polda Metro Jaya di Jalan Kwitang Raya. 

Baca Juga: Komnas HAM Buka Posko Pengaduan bagi Korban Demo

Pantauan di lapangan, massa ojol yang mengenakan jaket hijau memenuhi ruas jalan sejak siang hari. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun lumpuh total.

Kendaraan pribadi maupun angkutan umum terpaksa memutar arah, lantaran seluruh akses menuju Mako Brimob tertutup lautan manusia. Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga di balik pagar besi pintu gerbang Mako Brimob.

Situasi sempat memanas saat sebagian massa berusaha memaksa untuk membuka pintu gerbang. Aparat berulang kali mengimbau agar massa membubarkan diri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.