Akurat

Kapolri: Kami Ingin Dikritik dan Dikoreksi Agar Institusi Polri Terus Membaik

Atikah Umiyani | 13 Juli 2025, 12:39 WIB
Kapolri: Kami Ingin Dikritik dan Dikoreksi Agar Institusi Polri Terus Membaik

AKURAT.CO Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan pentingnya menjalin sinergi dengan para ulama dan umara, demi menjaga keutuhan bangsa dan menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dia juga menyoroti pentingnya kritik dan koreksi bagi institusi Polri, sebagai bagian dari proses perbaikan diri.

Hal ini disampaikan Listyo saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru, Riau, sekaligus silaturahmi langsung dengan pengasuh pesantren Ustaz Abdul Somad (UAS), serta pemikir nasional dan founder Tumbuh Institute Rocky Gerung.

Baca Juga: Tak Perlu Antre, Begini Cara Perpanjang SIM dari Rumah Lewat Aplikasi Digital Korlantas Polri

"Kami ingin dikritik, dikoreksi, karena kami ingin institusi ini terus membaik dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat," ucap Listyo, dikutip Minggu (13/7/2025).

Selain itu, Kapolri juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam keberagaman, memperkuat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai luhur kebangsaan. "Keberagaman yang disatukan dalam Bhinneka Tunggal Ika adalah kekuatan bangsa kita," ucapnya.

Dia menyoroti pentingnya membangun persahabatan yang melintasi perbedaan. Dia mengingatkan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada semangat persatuan dalam keberagaman.

"Hari ini kami mendapatkan sahabat dan saudara baru. Musuh satu terlalu banyak, tapi teman seribu masih kurang. Maka pertemuan seperti ini sangat berharga untuk membangun ikatan hati demi negeri ini," tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad menyambut kunjungan Kapolri Listuo dengan hangat dan penuh takzim. Dia mengisahkan bahwa hubungan dirinya dengan institusi kepolisian telah terjalin sejak lama.

Baca Juga: Anggaran Naik, Polri Diharapkan Bisa Menjadi Perpustakaan Berjalan dan Pelindung Masyarakat

Bahkan, sejak kepulangannya dari Maroko tahun 2008, UAS pernah diminta mengisi pengajian di rumah dinas Kapolda saat itu. Hubungan baik tersebut terus berlanjut dengan para Kapolda berikutnya, hingga kini dengan Irjen Herry Heryawan.

Dengan gaya khasnya yang ringan namun sarat makna, UAS menyebut Kapolda Riau saat ini bukan sekadar aparat penegak hukum, tetapi sosok polisi yang peduli terhadap kelestarian alam.

"Besi bukan sebarang besi, besi yang dipakai untuk membelah kayu. Polisi bukan sembarang polisi, tapi polisi yang peduli kepada pohon kayu. Inilah dia Pak Herry," ucap UAS yang disambut tepuk tangan para tamu.

UAS juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, meskipun terdapat perbedaan. Menurutnya, tantangan terbesar bangsa ini adalah ketidakmampuan sebagian orang untuk bersaudara dalam perbedaan.

"Orang Indonesia kalau sudah bersaudara, kadang tak siap berbeda. Kalau sudah berbeda, enggak mau bersaudara. Tapi hari ini, kita buktikan bahwa kita bisa berbeda dan tetap bersaudara," katanya.

Baca Juga: Menteri PPPA Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RS Polri: Pemulihan Fisik Membaik, Fokus Bergeser ke Trauma Psikologis

Sementara itu, Rocky Gerung menyoroti dimensi etis dan filosofis dari pertemuan tersebut. Dia mengutip pernyataan Kapolri tentang pentingnya 'merawat persahabatan dan menghormati perbedaan' sebagai landasan kehidupan berbangsa.

Rocky menekankan bahwa keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekayaan identitas bangsa. "Persahabatan yang paling jujur adalah dalam perbedaan," katanya.

Dia juga menyebut Riau sebagai wilayah yang kini dikenal sebagai laboratorium gagasan Green Policing, konsep pelestarian lingkungan berbasis institusi hukum yang tengah dikembangkan oleh Polda Riau.

"Kapolda tidak hanya menanam jagung, tapi juga menanam harapan. Dia menanam kaki-kaki anak muda Riau agar mereka bisa berlari menyongsong masa depan," ucap Rocky menutup sambutannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.