Pesantren Harus Bebas Kekerasan dan Jadi Ruang Aman untuk Tumbuh Kembang Santri

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzah, menegaskan, lingkungan pesantren harus menjadi ruang yang bebas dari segala bentuk kekerasan serta penuh kasih sayang, demi mendukung tumbuh kembang optimal para santri.
Pendidikan berbasis penghormatan terhadap hak-hak anak, menurutnya, akan melahirkan generasi yang kuat secara mental, moral, dan spiritual.
“Santri perempuan tidak hanya sebagai objek pembangunan, melainkan juga harus menjadi subjek perubahan. Keterlibatan aktif mereka sangat penting dalam menciptakan pesantren yang ramah anak dan bebas kekerasan,” ujar Arifah dalam keterangannya, Senin (28/4/2025).
Arifah menambahkan, santri perempuan diharapkan menjadi agen Pelopor dan Pelapor dalam upaya pemenuhan hak anak dan kesetaraan gender.
Sebagai pelopor, mereka diharapkan mampu mendorong perubahan positif di lingkungan sekitar.
Sedangkan sebagai pelapor, mereka berperan penting dalam menyuarakan berbagai hambatan atau ketidakadilan yang dialami maupun disaksikan.
Ia menekankan, membangun peradaban yang inklusif, ilmiah, dan spiritual di pesantren membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
Baca Juga: Mensesneg Beri Pembekalan: Taruna Nusantara Adalah Harapan Bangsa
Pesantren, kata Arifah, memegang peran strategis bukan hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menanamkan nilai keadilan sosial, penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan anak, serta pemberdayaan perempuan di semua aspek pendidikan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian PPPA bekerja sama dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) menghadirkan Program Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUP).
Program setara jenjang S2 ini juga didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), termasuk untuk program short course ke Mesir dan Amerika Serikat.
Menteri Arifah berharap banyak santri dari Pondok Pesantren Darul Ghuroba Langitan dapat mengakses program tersebut untuk mencetak ulama perempuan yang berpikiran luas, progresif, berperspektif gender, dan aktif dalam pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.
“Saya berharap semakin banyak alumni Ponpes Darul Ghuroba Langitan yang mengikuti PKUP, sehingga pesantren ini terus mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ghuroba Langitan, KH Ubaidillah Faqih, menyatakan komitmennya untuk terus mendidik para santri dengan nilai keilmuan, spiritualitas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kolaborasi yang lebih luas dalam memberdayakan santri, khususnya santri perempuan, agar dapat berkontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan bangsa,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









