Akurat

Prabowo Umumkan Pengemudi Ojek Online dan Kurir Dapat THR Tahun Ini

Atikah Umiyani | 10 Maret 2025, 16:08 WIB
Prabowo Umumkan Pengemudi Ojek Online dan Kurir Dapat THR Tahun Ini

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintahannya menaruh perhatian serius terhadap situasi dan kondisi para pengemudi online.

Untuk itu, Prabowo mengimbau kepada seluruh aplikator ojek online untuk memberikan bonus hari raya kepada para pengemudinya dalam bentuk uang tunai.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam konferensi pers, yang dalam hal ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Perusahaan GoJek dan Grab, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/3/2025).

Baca Juga: Komisi IX DPR Dorong Finalisasi Kebijakan THR bagi Pengemudi Ojol

"Untuk itu pemerintah mengimbau kepada seluruh layanan angkutan berbasis transportasi untuk memberi bonus hari raya kepada para pengemudi dan kurir online dalam bentuk uang tunai dengan mempertimbangkan keaktifan kerja," ujar Prabowo.

Dia menyebut, secara keseluruhan, ada 1 juta lebih pengemudi dan kurir online, baik yang aktif maupun yang bersifat part time.

Sementara terkait dengan besaran bonusnya, hal ini akan dituangkan dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan setelah dilakukan perundingan dengan pihak-pihak terkait.

"Saat ini terdapat kurang lebih 250 ribu pekerja pengemudi kurir online yang aktif, dan kurang lebih 1-1,5 juta yang berstatus part time. Untuk besaran dan mekanisme pemberian hari raya ini, kita serahkan, nanti akan dirundingkan dan disampaikan oleh Menaker melalui surat edaran," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan bahwa kepastian aturan terkait tunjangan hari raya (THR) keagamaan untuk pengemudi ojek daring (ojol) sudah memasuki tahap finalisasi.

Baca Juga: Menaker Finalisasi Aturan THR Ojol

Kebijakan ini merupakan inisiatif baru yang bertujuan memastikan partisipasi yang bermakna antara pemerintah, pengemudi, dan perusahaan penyedia jasa ride-hailing.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengutamakan dialog dan musyawarah dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Kami mengutamakan dialog. Saya sudah beberapa kali bertemu dengan pengemudi dan pihak aplikator, dan kami berusaha mendapatkan formula yang tepat untuk memenuhi hak-hak pekerja layanan daring," ujarnya di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.