Puncak Keberangkatan Penumpang KA Mudik Lebaran Diprediksi Terjadi Akhir Maret

AKURAT.CO PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memprediksi puncak keberangkatan penumpang kereta api (KA) masa Angkutan Lebaran 2025 terjadi pada 28 dan 29 Maret.
Jumlah tersebut diprediksi terjadi di Stasiun Gambir dengan okupansi mencapai 97 persen.
Sementara, di Stasiun Pasarsenen mencatat lonjakan penumpang KA tertinggi pada 30 Maret 2025 dengan tingkat okupansi melebihi kapasitas normal atau sekitar 102 persen.
Baca Juga: Puncak Arus Balik 14 April, 47 Ribu Lebih Penumpang KA Tiba di Jakarta
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan, tiket Lebaran untuk keberangkatan Stasiun Gambir telah terjual sebanyak 100.281 lembar dengan total yang disediakan 287.318 tiket.
Untuk keberangkatan Stasiun Pasarsenen sebanyak 247.114 dari total 414.287 tiket yang disediakan.
"Sedangkan sisanya, 5.061 tiket yang terjual dari beberapa stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta," ujar Ixfan, dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).
Baca Juga: 29,785 Penumpang KA Tinggalkan Jakarta Dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
KAI Daop 1 Jakarta juga menyiapkan sebanyak 1.292 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang beroperasi mulai 21 Maret hingga 8 April 2025.
Adapun, total kapasitas tempat duduk (TD) yang tersedia selama periode tersebut mencapai 701.605 kursi dengan rata-rata harian 36.927 kursi dan total keberangkatan sebanyak 68 kereta api per hari.
KAI mengimbau calon penumpang dapat memanfaatkan fitur Connecting Train yang tersedia di aplikasi Access KAI apabila tiket untuk beberapa KA di tanggal-tanggal favorit sudah habis dipesan.
Baca Juga: Penumpang KA Saat Lebaran Diproyeksi Naik Hingga 4-5 Persen
"Fitur Connecting Train memungkinkan pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan menghubungkan beberapa rute kereta api yang bersifat persambungan. Dengan begitu, pelanggan tetap dapat berangkat pada tanggal favorit dan bisa mencapai tujuan meskipun tiket perjalanan," Ixfan menjelaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









