Akurat

Dukung Prabowo, Anas Urbaningrum Harap Efisiensi Anggaran Bisa Jadi Budaya Baru

Atikah Umiyani | 16 Februari 2025, 16:44 WIB
Dukung Prabowo, Anas Urbaningrum  Harap Efisiensi Anggaran Bisa Jadi Budaya Baru

 

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, mendukung langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran.

Bahkan dia menilai, kebijakan tersebut layak dilakukan secara keberlanjutan dan menjadi tradisi baru dalam pemerintahan.

"Kita setuju dan dukung Pemerintah mengambil langkah efisiensi. Bahkan kita harapkan menjadi budaya baru. Suatu saat mentradisi," kata Anas melalui X pribadinya, @anasurbaningrum, Minggu (16/2/2025).

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Menpar Tanggalkan Pemasaran Konvensional

Menurutnya, pemenuhan janji kampanye dengan kebijakan-kebijakan yang populis adalah bentuk dari demokrasi yang sehat. Dia menilai, efisiensi adalah hal penting asalkan tidak menyentuh sektor pendidikan.

"Tetapi kita sarankan, minta dan harapkan agar sektor pendidikan tetap diprioritaskan dengan sepenuh komitmen. Pada seluruh jenjang pendidikan, tanpa kecuali," ucapnya.

"Pendidikan adalah infrastruktur terpenting dan terkuat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Demikianlah kebijakan yang tepat dan bijaksana. Karena pendidikan menentukan jalan pikiran dan kharakter dan militansi juang suatu bangsa," lanjutnya.

Anas lantas meminta pemerintah untuk memenuhi segala kebutuhan anggaran dari sektor pendidikan. "Mari penuhi semua anggaran pendidikan. Termasuk tukin dosen. Asli, ini penting. Pendidikan adalah kunci," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, memastikan bahwa efisiensi anggaran yang sedang dilakukan pemerintah tidak akan mengganggu operasional sehari-hari.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Tidak Akan Menghambat Pencapaian Target Sektor Pariwisata

Dia mengatakan, anggaran yang dihemat itu akan dialihkan ke program yang lebih bermanfaat untuk masyarakat luas, seperti penyediaan pupuk hingga perbaikan sekolah.

Hal ini disampaikan Prabowo saat berbicara pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025).

Prabowo mengatakan bahwa langkah penghematan ini menyangkut pengurangan kegiatan yang tidak penting, seperti perjalanan dinas ke luar negeri.

"Jadi habis itu kunker, seminar, FGD, forum group disscusion, apa yang didiskusikan? Rakyat perlu mitigasi rakyat perlu pupuk, rakyat perlu bibit, sekolah diperbaiki. Gak usah seminar lagi," kata Prabowo.

Dia menyebut, penghematan yang berhasil dilakukan sejauh ini mencapai sekitar Rp 300 triliun tanpa menyentuh program-program berjalan yang penting, termasuk di bidang pendidikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.