Putusan MK Buka Jalan Revisi UU Pemilu dalam Omnibus Law Politik

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menilai putusan MK tentang penghapusan ambang batas minimal persentase pengusulan pasangan calon presiden dan wakil presiden (presidential threshold), akan membawa perubahan norma dalam Undang-Undang Pemilu.
Menurutnya, perubahan ini sejalan dengan agenda Komisi II DPR RI yang telah merencanakan revisi paket undang-undang politik, termasuk UU Pemilu, dalam bentuk omnibus law politik.
"Setelah masa reses pada 20 Januari nanti, kami di Komisi II akan membahas hal ini. Usulan revisi omnibus law politik telah diajukan ke Badan Legislasi dan Pimpinan DPR. Ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki sistem pemilu kita secara keseluruhan," kata Bahtra di Jakarta, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga: MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden, Gerindra Siap Kawal Revisi UU Pemilu
Dia menegaskan, keputusan MK juga berpotensi membuka peluang bagi lebih banyak kandidat dalam Pilpres mendatang. Namun, dia menekankan pentingnya rekayasa konstitusional untuk menghindari jumlah pasangan calon yang terlalu banyak.
"Putusan ini jangan langsung diartikan bahwa semua partai politik akan otomatis mencalonkan capres dan cawapres. Unsur keadilan bagi partai politik juga perlu dipertimbangkan, termasuk perbedaan antara partai lama dan partai baru. Ini memerlukan kajian mendalam dari berbagai pihak," jelasnya.
Dia pun mengajak publik untuk bersabar menunggu evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pemilu serentak, baik Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.
"Pilpres masih jauh, pada 2029. Kita memiliki cukup waktu untuk mengevaluasi dan menata sistem pemilu agar lebih baik. Fraksi Gerindra berkomitmen untuk mendukung upaya perbaikan sistem pemilu ini," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








