Siaga Bencana, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Banjir Ekstrem di Akhir Tahun 2024 dan Awal 2025!

AKURAT.CO Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa lembaganya telah beberapa kali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga awal tahun 2025.
Sejak Oktober 2024, BMKG telah memperkirakan adanya peningkatan curah hujan yang disertai fenomena La Nina. Fenomena ini diprediksi akan berlangsung hingga Maret atau April tahun depan.
"Ini merupakan awal dari kecenderungan yang akan semakin meningkat menjelang akhir tahun, dan puncaknya diperkirakan terjadi pada Januari dan Februari 2025," kata Dwikorita, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2024).
Baca Juga: BMKG: Cuaca Ekstrem Mengintai, Siapkan Diri Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang!
Pada bulan Desember, beberapa wilayah di Indonesia sudah mulai mengalami puncak musim hujan.
Dwikorita menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya harus waspada, tetapi juga siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang bisa terjadi akibat intensitas hujan yang semakin lebat atau ekstrem.
"Poin utama adalah kesiapsiagaan. Kami terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi peringatan dini. Biasanya, kami menginformasikan fenomena ekstrem sepekan sebelumnya, dan informasi tersebut akan kami ulangi hingga tiga hari sebelum kejadian. Masyarakat diharapkan untuk tidak hanya mengandalkan informasi melalui televisi atau radio, tetapi juga dapat mengakses informasi melalui aplikasi mobile yang bisa diakses langsung oleh setiap individu," tambahnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Minggu
Menanggapi potensi banjir di kawasan Jabodetabek seperti yang terjadi pada 2020, Dwikorita menjelaskan bahwa BMKG terus memonitor cuaca dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, serta kementerian lainnya.
"Koordinasi dengan Menko PMK dan kementerian terkait terus kami lakukan. Namun, kami tidak bisa memastikan bahwa kondisi cuaca akan selalu seperti yang diperkirakan. Untuk kesiapsiagaan, kami mengambil skenario terburuk, namun kami berharap perkembangan cuaca tidak akan seburuk itu. Semua tergantung pada pemantauan dan analisis kami yang terus berkembang melalui satelit," jelas Dwikorita.
Dwikorita juga menegaskan bahwa BMKG akan terus memperbarui informasi dan mengedukasi masyarakat untuk tetap siaga dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








