Cerita Nasaruddin Umar Sempat Nolak Jadi Menag: Banyak yang Lebih Kompeten

AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menceritakan pengalamannya saat ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Dia mengaku tak pernah terlintas atau bermanuver untuk menjadi menteri. Bahkan, Nasaruddin berpandangan bahwa dirinya bukan orang yang tepat memimpin Kemenag.
Menurutnya, banyak orang lain yang lebih tepat dan berkompeten untuk memimpin Kementerian Agama. Saat itu, Nasaruddin berkata kepada Prabowo bahwa dirinya akan membantu meski berada di luar struktur.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bertolak ke Arab Saudi Bahas Persiapan Haji 2025
"Saya bilang, 'di luar struktur pun kami mengabdi kepada Bapak. Kalau Bapak melihat ada yang lebih kompeten daripada saya, monggo silakan. Saya sudah cukup jadi Imam Besar Istiqlal'," kata Nasaruddin, dikutip Antara, Senin (2/12/2024).
Setelah mengatakan itu kepada Prabowo, Nasaruddin tetap diminta oleh Presiden untuk membantunya di dalam struktur Kementerian Agama. Tak hanya itu, Prabowo juga memintanya tetap menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal.
"Saya tanya bagaimana dengan Istiqlal? 'Ga apa-apa, pokoknya tetap dirangkap. Jadi nanti kita atur bagaimana tetap menjadi menteri agama dan Imam Besar Masjid Istiqlal'," kata Nasaruddin menirukan ucapan Presiden.
Ketika akhirnya ditunjuk, Menag berkomitmen untuk lurus dan melaksanakan setiap pesan-pesan yang disampaikan Prabowo. Salah satu pesan yang dititipkan Presiden yakni membersihkan Kemenag.
Maka dari itu, dia mengajak jajarannya untuk tegak lurus menyukseskan program-program yang tertuang dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Maka saya dan keluarga saya ikrarkan. Saya berterima kasih kepada istri saya menolak gratifikasi," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








