Akurat Logo

Bahlil Soal Luhut Masuk Kabinet Merah Putih: Pemikirannya Masih Dibutuhkan

Rizky Dewantara | 21 Oktober 2024, 22:37 WIB
Bahlil Soal Luhut Masuk Kabinet Merah Putih: Pemikirannya Masih Dibutuhkan

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan masih masuk ke dalam pemerintahan pada periode 2024-2029, karena pemikiran-pemikirannya masih dibutuhkan.

Diketahui, Luhut diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto, menjadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional. Menurut Bahlil, Luhut merupakan tokoh senior Golkar yang memiliki pemikiran yang bagus.

"Saya yakin bahwa masih dibutuhkan pikiran-pikiran besarnya," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, dikutip Antara, Senin (21/10/2024).

Beberapa waktu lalu, Luhut mengaku ingin pensiun setelah menjabat sebagai menteri koordinator di era Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dia mengaku, tidak lagi memiliki keinginan untuk menjadi menteri jika ditawari oleh presiden terpilih pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Jadi Ketua Dewan Nasional, Luhut Fokus Bantu Digitalisasi Sistem Perekonomian RI

Meskipun demikian, Luhut bersedia apabila diminta hanya untuk memberikan saran oleh presiden yang terpilih nantinya.

Bahlil pun mengaku, tidak bisa menjawab keputusan Luhut hingga kembali masuk ke dalam susunan pemerintahan. Sebab, meskipun ketua umum partai, dia mengaku tidak bisa mewakili Luhut.

"Kalau ditanya kenapa masuk nanti tolong kami tidak bisa menjawab karena itu alasannya alasan senior kami Pak Luhut," kata dia.

Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, mengangkat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, di Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Pelantikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 139/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Ekonomi Nasional ditetapkan pada 20 Oktober 2024.

Dia menjelaskan, perannya dalam memimpin Dewan Ekonomi Nasional adalah, untuk membantu peran pemerintah mendigitalisasi sistem perekonomian nasional agar menjadi lebih efisien.

"Bapak Presiden Prabowo meminta membantu untuk tata kelola kita lebih baik, karena tata kelola itu dengan digitalisasi saya kira itu bisa membuat kita lebih efisien," kata Luhut dikutip Antara, Senin (21/10/2024).

Dia berharap, kehadiran Dewan Ekonomi Nasional dalam komposisi kabinet pemerintahan sekarang dapat menopang Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (Simbara) Kementerian/Lembaga.

"Jadi, soft of revenue kita seperti e-catalog, Simbara, Simbara nikel Simbara untuk kelapa sawit dan juga government technology itu menjadi target Presiden Prabowo," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.