Akurat

Prediksi BRIN: Supermoon Akan Terjadi 17-18 September 2024

Sulthony Hasanuddin | 18 September 2024, 11:57 WIB
Prediksi BRIN: Supermoon Akan Terjadi 17-18 September 2024

 

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Menyampaikan Fenomena gerhana bulan Supermoon akan terjadi Tanggal 17-18 September 2024. 

Akan tetapi kabar buruknya adalah gerhana ini tidak bisa diamati dari Indonesia. 

Dikutip dari BRIN, gerhana bulan sebagian kali ini melintas di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, juga Samudra Pasifik, Atlantik, Hindia, Arktik, dan Antartika. 

Baca Juga: Waspada Banjir Rob di Wilayah Pesisir Indonesia hingga 23 September 2024, Dampak Supermoon

Fenomena gerhana bulan sebagian kali ini akan mencapai puncaknya pada Selasa malam, 17 September 2024, pukul 10:35 PM Eastern Daylight Time (EDT).

Berdasarkan perhitungan waktu, peristiwa ini akan berlangsung hingga 18 September 2024

Sayangnya, bagi para penggemar fenomena astronomi di Indonesia, gerhana bulan ini tidak dapat diamati secara langsung.

Meski begitu, fenomena ini tetap menjadi momen penting yang bisa disaksikan melalui siaran daring atau media dari negara-negara yang berada di jalur pengamatan.

Selain gerhana bulan sebagian, fenomena bulan ini juga dikenal dengan beberapa nama lain di berbagai budaya dan tradisi.

Salah satunya adalah Supermoon, istilah yang digunakan ketika bulan berada pada posisi terdekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

Baca Juga: Cak Imin Tunjuk Anak Muda Jadi Pengurus Harian DPP PKB, Ada yang Belum Lulus Kuliah

Beberapa nama lain yang terkait dengan fenomena bulan ini antara lain:

  • Corn Moon (Bulan Jagung)
  • Harvest Moon (Bulan Panen)
  • Fruit/Barley Moon (Bulan Buah atau Barley)
  • Potato Harvest Moon (Bulan Panen Kentang)

Nama-nama tersebut sering dikaitkan dengan tradisi panen di berbagai budaya. Misalnya, Harvest Moon sering muncul di bulan September atau Oktober, bersamaan dengan musim panen di beberapa belahan dunia.

Baca Juga: Fakta Menarik Gerhana Matahari Total yang Akan Terjadi Menjelang Lebaran 2024

Selain itu, fenomena ini juga bertepatan dengan beberapa perayaan penting seperti Ganesh Chaturthi, Pitru Paksha, dan Mooncake Festival atau Festival Reuni di Tiongkok, serta Chuseok di Korea, yang semuanya merupakan perayaan terkait dengan musim panen dan penghormatan terhadap leluhur.

Baca Juga: Bagaimana Terjadinya Gerhana Bulan Sebagian? Simak Penjelasan Berikut

Fenomena gerhana bulan sebagian yang terjadi pada 17-18 September 2024 adalah peristiwa langka yang akan melintas di berbagai belahan dunia.

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian atau seluruh permukaan Bulan.

Pada gerhana bulan sebagian, hanya sebagian Bulan yang tertutup oleh bayangan Bumi, yang menciptakan pemandangan unik dan menarik di langit malam.

Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan bisa dilihat dari banyak wilayah di dunia selama Bulan berada di atas horizon.

Hal ini membuat gerhana bulan lebih mudah diamati oleh lebih banyak orang tanpa perlu menggunakan alat khusus seperti kacamata gerhana atau teleskop.

Baca Juga: Ditawari Ustaz Derry Sulaiman, Jennifer Coppen Ngotot Bayar Sendiri Umrahnya

Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam wilayah pengamatan, fenomena ini tetap dapat diikuti melalui siaran langsung dari negara-negara yang beruntung bisa menyaksikannya.

Dengan kombinasi gerhana bulan dan supermoon, peristiwa ini akan menjadi momen yang dinantikan oleh para penggemar astronomi di seluruh dunia.

Jangan lupa untuk menyaksikan fenomena langit ini melalui berbagai platform daring dan nikmati keindahan alam semesta yang menakjubkan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.