Akurat

Hari Raya Keagamaan Momentum Penguatan Nilai Toleransi dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Wahyu SK | 21 Juni 2024, 17:34 WIB
Hari Raya Keagamaan Momentum Penguatan Nilai Toleransi dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

AKURAT.CO Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah baru saja dirayakan umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia, Iduladha dirayakan pada Senin, 17 Juni 2024.

Ada yang berbeda pada Iduladha tahun ini, di mana banyak umat nonmuslim ikut menyumbangkan hewan untuk dikurbankan.

Seperti di Masjid Istiqlal, Jakarta, dari 55 ekor sapi kurban yang diterima, 22 ekor di antaranya dari sumbangan nonmuslim, termasuk satu ekor dari Gereja Katedral.

Kemudian di Papua Barat, Ketua Adat Suku Arfak menyerahkan 21 ekor sapi untuk kurban di Kota Manokwari.

Hal sama juga terjadi di Tolikara, penjabat bupati yang notabene nonmuslim juga menyerahkan satu ekor sapi untuk kurban.

Baca Juga: Koperasi Bisa Manfaatkan HPL Badan Bank Tanah

Ini sekaligus mengulang fenomena war takjil yang terjadi pada bulan Ramadan lalu.

Saat itu, umat non-Islam berbondong-bondong ikut menyerbu tempat penjualan makanan berbuka puasa di berbagai tempat di Indonesia.

Tidak hanya itu, banyak kaum nonis yang menyediakan takjil dan membagikan secara gratis di pinggir-pinggir jalan.

Ini menjadi bukti dan gambaran sebenarnya Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Membahas hal ini, Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, KH Bukhori Sail At-Tahiri, menjelaskan, hari raya keagamaan seperti Iduladha dan Idulfitri adalah momentum untuk saling berbagi kepada sesama.

Ini penting agar kaum tidak beruntung yang kesulitan ekonomi bisa mendapatkan makanan yang layak.

Apalagi kondisi ekonomi yang sulit bisa menjadi pintu masuk seseorang untuk masuk pada kelompok intoleran.

Baca Juga: Queen's Club Championship: Gagal Pertahankan Gelar, Carlos Alcaraz Lapang Dada

"Mereka yang terjaring untuk masuk terkadang merasa lebih diperhatikan oleh sesama kelompoknya ketimbang masyarakat pada umumnya. Di sinilah pentingnya Idul Adha yang baru saja kita rayakan kemarin sebagai wadah saling berbagi antar masyarakat, agar intensitas pengaruh kelompok intoleran bisa ditekan," jelas Kiai Bukhori di Jakarta, Jumat (21/6/2024).

"Saya setuju dengan yang berpendapat bahwa masuknya seseorang pada kelompok radikal berbasis kekerasan itu di antaranya karena kondisi ekonomi yang terpuruk, sehingga mereka lari kepada radikalisme. Hal yang demikian perlu kita perhatikan bersama," tambahnya.

Menurut Kiai Bukhori, seluruh organisasi masyarakat serta lembaga keagamaan harus memperhatikan mereka yang dianggap rentan terpapar agar tidak mengikuti kelompok radikal.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan bantuan-bantuan ketika even besar keagamaan, seperti ketika bulan Ramadan dan perayaan Iduladha.

Dan itu tidak hanya buat umat muslim, tapi seluruh bangsa Indonesia.

Ia beranggapan jika kesejahteraan umat perlu diperhatikan, sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi.

Ibadah kurban adalah salah satu cara untuk berkontribusi pada lingkup yang lebih luas dan membantu masyarakat sekitar mengakses sumber protein dari daging hewan yang dikurbankan.

Selain dibagikan kepada sesama muslim, daging kurban sebenarnya diprioritaskan untuk mereka yang lemah secara perekonomian.

Baca Juga: Keluarga Harap Virgoun Dapat Direhabilitasi

Hal ini bisa berarti warga ataupun tetangga yang beragama Islam ataupun dari agama lain.

Terkadang daging kurban juga dibagikan pada mereka yang baru menyatakan keislamannya, sebagai penghibur dan bentuk bantuan.

"Salah satu hikmah idul kurban itu sebenarnya adalah untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat luas, sehingga bisa mengatasi gejala-gejala untuk menjadi eksklusif dan merasa tidak diperhatikan," ujar Kiai Bukhori.

Selain itu, hari raya berkurban juga dapat menjadi jembatan penghubung komunikasi umat lintas agama.

Misalnya saja, Masjid Istiqlal di Iduladha tahun ini menerima hewan kurban dari sahabat nonmuslim.

Kiai Bukhori menuturkan, pembagian daging kurban tidak terbatas hanya untuk yang muslim saja, nyatanya yang beragama lain juga ikut menerima.

Ini menunjukkan kepedulian sosial terhadap semua kalangan, terlepas apapun agamanya.

Baca Juga: VIRAL Kronologi Bocah 7 Tahun Digigit Anjing di Jaksel, Mata Terluka Hingga Dilarikan ke RS

"Mereka (yang nonmuslim) juga kita bagikan karena statusnya mereka adalah tetangga-tetangga kita yang memang berhak mendapatkan distribusi daging kurban tersebut. Selain membagikan, Masjid Istiqlal juga beberapa kali menerima bantuan atau hadiah berupa hewan kurban untuk disembelih saat Iduladha. Ini menunjukkan cairnya hubungan antarumat beragama di Indonesia," jelasnya.

Kiai Bukhori berharap agar perayaan keagamaan seperti Iduladha bisa didukung oleh semua pihak.

Sebabnya, perayaan keagamaan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah-daerah.

Selain banyak masyarakat yang terbantu karena mendapatkan daging kurban, kegiatan jual beli serta distribusi hewan kurban yang serentak dilakukan dalam skala nasional dinilainya mampu memberikan efek moneter yang positif.

"Secara ekonomi juga. Bayangkan distribusi hewan kurban ini di musim kurban, itu datang dari mana saja. Bahkan ada sapi yang dari Bali dikirim hingga Jakarta. Di Jakarta pun, dengan datangnya sapi itu berarti ekonomi hidup dan memberikan manfaat untuk banyak kalangan yang terlibat di dalamnya, saya kira ini semua sangat positif. Mudah-mudahan, semua masyarakat, baik yang muslim ataupun lainnya di Indonesia, bisa mendapat manfaatnya," Kiai Bukhori memaparkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK