Wapres: Pelayanan Ibadah Haji Oleh Pemerintah Arab Saudi Terus Meningkat

AKURAT.CO Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menyebut pelayanan ibadah haji oleh pemerintah Arab Saudi terus mengalami peningkatan.
"Pelayanan untuk jemaah kami cukup memperoleh perhatian. Walaupun saya mengatakan pada beliau (pejabat Arab Saudi) bahwa Indonesia seharusnya ditambah lagi (kuotanya) karena di daerah-daerah harus menunggu hingga 50 tahun," jelasnya melalui keterangan yang diterima Minggu (9/6/2024).
Wapres menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah Arab Saudi atas penambahan kuota haji yang diberikan setiap tahunnya, serta peningkatan kualitas pelayanan visa dan fasilitas di Arafah dan Mina.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Saudi, karena pemerintah Saudi pertama memberikan tambahan kuota untuk tahun ini dan juga telah menyiapkan pelayanan-pelayanan yang sangat baik, pelayanan pengurusan visa sehingga visa itu cepat sekali (keluar)," terangnya.
Menurut Wapres, semangat masyarakat Indonesia untuk beribadah haji sangat tinggi, bahkan bagi mereka yang pernah melaksanakan umroh. Namun sayang, di beberapa daerah masa tunggu haji masih sangat lama.
"Andaikan diberi tambahan berarti akan mempercepat, walaupun hanya beberapa tahun akan memanfaatkan kuota itu," katanya.
Wapres turut menyampaikan pandangan terkait pelaksanaan ibdah haji tahun ini.
Termasuk memuji koordinasi yang baik antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
Menurutnya, Menteri Haji Arab Saudi mengakui bahwa Indonesia termasuk negara dengan pengurusan administrasi sangat baik sehingga memudahkan koordinasi.
Baca Juga: Selebgram asal Indonesia Ditangkap Otoritas Arab Saudi, Diduga Menjual Visa Ziarah untuk Ibadah Haji
"Walaupun sudah baik tetapi kita terus berusaha memperbaiki karena haji ini memindahkan orang dalam waktu yang singkat. Saya menyebutnya banyak muskilat, masalah baru. Dan itu terus kita usahakan supaya tidak ada di tahun depan," ujarnya.
Selain itu, Wapres juga mengapresiasi kemajuan pesat pembangunan infrastruktur di Madinah guna mendukung pelaksanaan ibadah haji.
Termasuk perbaikan kondisi hotel dan pengaturan transportasi yang semakin modern dan dinamis.
"Ada perbaikan-perbaikan, penambahan hotel. Kemudian pengaturan-pengaturan selalu ada perbaikan. Hal ini memudahkan orang untuk berhaji sehingga tidak terjadi penumpukan," jelas Wapres.
Ia turut memuji peningkatan kapasitas lantai di Mina dan kelancaran transportasi di bandara, baik Jeddah maupun Madinah, yang dapat menerima pesawat setiap lima menit.
"Melayani jemaah haji dalam jumlah besar menurut saya bukanlah hal mudah dan itu patut diapresiasi, dikasih acungan jempol. Karena pelayanan yang terus berbenah menuju perbaikan-perbaikan setiap tahunnya," demikian Wapres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








