Urai Kepadatan Arus Balik, Jasa Marga Tambah Lajur Transaksi di Gerbang Tol Cikarang Utama

AKURAT.CO PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, arus kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah terpantau ramai dan padat, siang ini.
Sementara, arus kendaraan yang masuk dari arah Bandung Tol Cipularang juga masih padat, sehingga pertemuan dua arus ini di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek berdampak pada kemacetan.
Untuk itu, Jasa Marga menambah lajur transaksi kartu elektronik di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama mulai siang ini, untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jabodetabek.
Baca Juga: Pemerintah Tinjau Pengamanan Mudik di Gerbang Tol Cikarang Utama
Mobile reader merupakan alat transaksi pembayaran melalui uang elektronik (e-Money) atau kartu tol tanpa kabel.
"Lajur itu sebelumnya hanya 28 dan saat ini ditambah menjadi 32 lajur serta empat 'mobile reader' yang mempercepat pembayaran tol," kata Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani di Cikampek, dikutip Antara, Senin (15/4/2024).
Selain itu, Jasa Marga mulai menerapkan sistem satu arah (one way) lokal dari Jatingaleh KM 429 menuju GT Kalikangkung KM 414 Batang-Semarang. Selanjutnya, penerapan satu arah dari GT Kalikangkung Batang Semarang KM 414 ke GT Cikampek Utama KM 70.
Baca Juga: Ada Diskon 20 Persen di 3 Ruas Tol Trans Sumatera, Berlaku 17-19 April 2024
"Kami operasikan 36 lajur transaksi di gerbang tol ini untuk memudahkan pemudik," kata dia.
Selanjutnya di KM 70 hingga KM 66 diterapkan rekayasa lalu lintas lawan arus (contraflow) dua lajur dan tiga lajur di KM 66 sampai dengan KM 47. Setelah itu, di KM 47 menuju KM 36 kembali dilakukan lawan arus dua lajur.
"Jadi, sudah ada penambahan lajur kapasitas jalan tol sehingga diharapkan dapat menguraikan kepadatan yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







