Akurat

Duta Damai dan Duta Santri Mata Telinga Serta Ujung Tombak Lawan Ideologi Radikal

Wahyu SK | 22 Februari 2024, 18:13 WIB
Duta Damai dan Duta Santri Mata Telinga Serta Ujung Tombak Lawan Ideologi Radikal

AKURAT.CO Propaganda radikal terorisme di era digital telah bergeser dari cara-cara konvensional menjadi serba digital.

Kalau dulu, orang terpapar ideologi radikal terorisme dengan bertatap muka dengan kelompok radikal, kini mereka (kelompok radikal) memanfaatkan teknologi digital untuk merekrut dan menyebarkan ajaran sesatnya.

Fakta itulah yang menjadikan keberadaan Duta Damai Dunia Maya dan Duta Santri Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sangat penting untuk melawan penyebaran ideologi radikal terorisme, terutama melalui dunia maya.

"Adik-adik sekalian adalah mata telinga dan ujung tombak dalam melawan penyebaran ideologi radikal terorisme dan menjadi kepanjangan tugas BNPT. Adik-adik memiliki daya cegah, daya tangkal dan perlawanan melalui kemampuan dan talenta yang dimiliki para duta damai dan duta santri yang ada," jelas Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Duta Damai dan Duta Santri BNPT di Jakarta, pada Selasa (20/2/2024).

Dengan tugas tersebut tentu butuh kerja keras untuk menyiapkan anak muda untuk menjadi Duta Damai dan Duta Santri.

Baca Juga: BNPT Gandeng KPTIK Hadirkan Warung NKRI Digital

Pasalnya, seorang Duta Damai dan Duta Santri harus memiliki mentalitas tangguh, memiliki ideologi kebangsaan yang kuat, juga pandangan moderasi dan toleransi yang kokoh.

Tidak hanya ujung tombak dalam melakukan kontrapropaganda radikal terorisme di dunia maya, Duta Damai dan Duta Santri juga menjadi andalan dalam melakukan pencegahan ideologi kekerasan tersebut di dunia nyata.

Kemudian Duta Damai Dan Duta Santri sangat dibutuhkan BNPT dalam membentuk sekolah damai di wilayahnya masing-masing.

Seperti diketahui, tahun 2024 ini, BNPT mencanangkan tujuh program prioritas, salah satunya adalan pembentukan sekolah damai.

"Kemudian Duta Damai dan Duta Santri harus mengembangkan organisasi dengan terus merekrut anggota baru," tutur Roedy.

Ia menilai, Rakornas Duta Damai dan Duta Santri menjadi ajang evaluasi program kerja kurun waktu satu tahun berjalan, sekaligus merumuskan program kerja tahun depan.

Juga beberapa program arahan Kepala BNPT terkait apa yang harus dilakukan Duta Damai di tiap wilayah.

Tugas lainnya Duta Damai dan Duta Santri adalah dalam rangka media literasi dunia maya maupun dunia nyata atau dilakukan secara hibrid, offline dan online.

Roedy berharap Rakornas ini bisa merumuskan program yang bisa diimplementasikan ke depan.

"Energi anak-anak muda sekarang sangat luar biasa, agar tidak kelebihan energi harus disalurkan sesuai kemampuan atau zaman sekarang sesuai passion-nya yang tepat sehingga bisa saving energi positif yang disinergikan dengan kondisi metafora bangsa yang sedang mencari jati diri untuk masa depan Indonesia lebih baik dan lebih maju. Itu terletak di tangan dan di pundak generasi muda yaitu adik-adik sekalian," paparnya.

Baca Juga: BNPT Tegaskan Pancasila Fondasi Pemersatu Bangsa

Menurut Roedy, ini adalah tantangan sekaligus peluang besar yang dihadapi Duta Damai dan Duta Santri.

"Kita butuh kerja keras yang sifatnya teknis atau skill bagi anak muda tapi yang penting lagi adalah mentalitas ideologi, wawasan kebangsaan, dan moderasi bergama para generasi muda yang hadir di sini saat ini," kata mantan Dandim Lebak ini.

Ia menambahkan bahwa anak muda dikenal sebagai kelompok usia produktif, sekaligus ideologistik. Tapi di sisi lain, anak muda mempunyai kerentanan yang tinggi.

Inilah yang dimanfaatkan kelompok teror yang pintar memanfaatkan kemajuan teknologi yang semua berbasis internet dan informasi. Karena itulah, pola perekrutan ideologi radikal terorisme lebih banyak melalui online.

"Tidak sedikit anak muda yang teradikalisasi. Sebagian hanya simpati, tapi tidak sedikit kemudian melakaukan teror setelah teradikalisasi konten teror di dunia maya. Inilah potensi ancaman yang nyata di depan kita yang harus diwaspadai. Bagaimana kita bisa mereduksinya, kemudian meredam, dan melakukan penangkalan," kata Roedy.

Pada kesempatan itu, Roedy juga membawa kabar gembira buat Duta Damai dan Duta Santri. Kabar itu berupa keluarnya legalitas formal bagi Duta Damai dan Duta Santri.

Dengan legalitas ini, Duta Damai dan Duta Santri dipastikan bukan relawan kaleng-kaleng.

"Jadi setiap kali bergerak SK ini dipegang, ke manapun dibawa agar tidak kaleng-kaleng. ini Duta Damai BNPT, ini Duta Santri BNPT," ucap Roedy.

Dalam SK tersebut, tidak hanya legalitas dan legitimasi tapi juga untuk melakukan konsolidasi dan penataan keanggotaan. Bagi yang aktif terus semangat dan bagi yang kurang aktif diajak lagi dalam komunitas Duta Damai dan Duta Santri.

"Saya berharap adik-adik terus mengajak untuk memperkuat keanggotaan di daerah dan terus melakukan kerja nyata mempromosikan perdamaian, kebangsaan yang lebih baik lagi," pungkas Roedy.

Dalam keterangan resmi BNPT, Kamis (22/2/2024), sebelum mengikuti Rakornas, para Duta Damai dan Duta Santri lebih dulu menghadiri Rakornas BNPT 2024 di Jakarta.

Mereka ikut menyaksikan penandatangan pakta integritas dan perjanjian kinerja oleh eselon 1 dan eselon 2 BNPT. 

Rakornas Duta Damai dan Duta Santri BNPT 2024 ini diikuti perwakilan 18 Duta Damai dari 18 provinsi serta dua Duta Damai Santri wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala BNPT, Komjen Mohammed Rycko Amelza Dahniel; Deputi 2 Bidang Penindakan dan Kemampuan BNPT, Irjen Ibnu Suhaendra; Direktur Pencegahan BNPT, Irfan Idris; dan Kasubdit Kontra Propaganda BNPT, Letkol Cpl Hendro Wicaksono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK