Akurat Logo

5 Fakta Demo Apdesi di DPR, Anarkis Rusak Pagar Hingga Tutup Ruas Jalan Tol Dalam Kota

Shalli Syartiqa | 1 Februari 2024, 10:58 WIB
5 Fakta Demo Apdesi di DPR, Anarkis Rusak Pagar Hingga Tutup Ruas Jalan Tol Dalam Kota

AKURAT.CO Sejumlah anggota dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menggelar demonstrasi untuk menuntut pengesahan Revisi Undang-Undang (RUU) Desa.

Aksi demo Apdesi ini digelar di area depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta pada hari Rabu (31/1/2024).

Situasinya menjadi semakin tegang ketika demonstran berusaha masuk ke dalam kompleks parlemen untuk bertemu dengan anggota DPR. Massa demo Apdesi menggunakan berbagai macam cara, mulai dari merusak tembok dengan palu hingga merobohkan pagar-pagar yang menjadi pembatas antara mereka dan petugas kepolisian di dalam kompleks tersebut.

Sehubungan dengan hal itu, terdapat fakta-fakta demo Apdesi di DPR. Simak berikut penjelasannya.

5 Fakta demo Apdesi di DPR

1. Aksi menuntut revisi RUU Desa

Peserta aksi demonstrasi yang berasal dari Apdesi mengunjungi DPR dengan membawa serangkaian tuntutan mereka.

Massa tersebut membawa spanduk dan poster, di antaranya terdapat tulisan 'REVISI UU DESA...HARGA MATI! SAHKAN SEBELUM PEMILU'.

Salah satu tuntutan yang mereka tekankan adalah agar DPR segera menyetujui revisi Undang-Undang Desa.

"Hari ini Undang-Undang Desa kita perjuangkan. Ingat sampai sore pun kita berkumpul, harga mati revisi Undang-Undang Nomor 6," jelas Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya dari atas mobil komando.

"Kalau DPR tidak mau mengesahkan kita bertanya. Kita sudah lelah, kita sudah tunggu berbulan bulan. Kita berdoa agar Ibu Puan Maharani dibuka hatinya untuk merevisi undang-undang," sambungnya.

2. Massa demo Apdesi merusak pagar gedung DPR

Massa juga melakukan kerusakan pada tembok pagar DPR menggunakan palu besar yang menyebabkan lubang-lubang terbentuk akibat pukulan palu tersebut.

Tidak hanya itu, para demonstran juga berupaya untuk meruntuhkan pagar besi DPR menggunakan tali tambang.

Mereka menggoyang-goyangkan pagar tersebut dengan tali tambang.

Di sisi lain, seorang petugas polisi dengan cepat memanjat pagar tersebut dan menggunakan pisau untuk memotong tali tambang tersebut.

3. Massa demo Apdesi membakar spanduk depan pagar gedung DPR

Selain merusak pagar, sejumlah anggota massa aksi terlihat membakar spanduk tepat di depan pagar utama gedung DPR.

Tidak lama setelah itu, demonstran mulai melemparkan botol plastik ke dalam kompleks gedung tersebut.

Kemudian, mereka juga melemparkan batu dan objek kecil lainnya.

Selain itu, para demonstran juga memukul-mukul pagar gedung DPR menggunakan objek keras.

Teriakan-teriakan massa semakin keras, dengan tuntutan agar revisi UU Desa segera disahkan.

4. Massa menutup ruas jalan tol dalam kota dengan water barrier

Aksi massa menjadi lebih ricuh saat siang hari dimulai. Mereka melakukan blokade di sepanjang ruas Jalan Tol Dalam Kota.

Blokade tersebut dilakukan dengan menempatkan water barrier secara berjejer di jalur tol.

Akibatnya, beberapa kendaraan terpaksa berhenti karena terhalang.

5. Kendaraan yang sudah masuk ke dalam tol harus putar balik

Kepadatan lalu lintas terjadi di bagian Tol Dalam Kota akibat blokade yang dilakukan oleh massa demonstrasi.

Polisi harus memutar balik kendaraan yang sudah masuk ke dalam tol.

Keberuntungan berada di sisi situasi tersebut tidak berlangsung dalam waktu yang lama.

Sekitar pukul 12.45 WIB, polisi berhasil mengarahkan massa kembali ke lokasi aksi mereka dan membuka kembali akses jalan tol.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman,  menyatakan bahwa blokade jalan tol oleh massa terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.