Akurat Logo

Jelaskan Pernyataan Zulhas, Ketua Fraksi PAN: Beliau Ingin Umat Tak Terpecah karena Perbedaan Politik

Mukodah | 20 Desember 2023, 12:16 WIB
Jelaskan Pernyataan Zulhas, Ketua Fraksi PAN: Beliau Ingin Umat Tak Terpecah karena Perbedaan Politik

AKURAT.CO Beredar video terkait kelakar ucapan Ketua Umum PAN yang juga Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang menyebut perubahan sikap masyarakat akhir-akhir ini, salah satunya diam usai baca Al Fatihah DALAM salat atau tidak mengucapkan amin.

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR, Saleh Partaonan Daulay, menyebut bahwa video yang beredar luas tersebut perlu diberi pemaknaan lengkap.

Menurut dia jika video tersebut diikuti secara keseluruhan dapat dipahami bahwa Zulhas ingin mengajak semua pihak untuk menjaga agar pilpres tetap teduh, tertib, aman dan damai. Saleh menegaskan, tidak ada sedikit pun maksud untuk melecehkan agama.

"Bang Zulhas itu kan memberi contoh agar mudah dipahami masyarakat. Nah, yang gampang diingat mungkin ya pada akhir bacaan surat Al-Fatihah. Termasuk gerakan jari pada saat tahiyat. Dalam konteks ini, bang Zulhas mengingatkan bahwa tarikan politik begitu luar biasa. Dia khawatir, umat terpecah," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/12/2023).

Sayangnya, kata Saleh, ada pihak-pihak yang memotong video tersebut. Sehingga muncul kesan Zulhas menista agama. Padahal, di banyak tempat, Zulhas selalu mengingatkan agar umat beragama selalu rukun dalam segala situasi.

"Bang Zulhas kerap menyebut bahwa kontestasi politik hanyalah sesaat. Yang penting terus diperjuangkan adalah kepentingan umat dan masyarakat," ujar Saleh.

Baca Juga: Peringatan Hari Anti Korupsi di Kemendag, Mendag Zulhas: Implementasikan Core Values BerAkhlak Bangga Layani Bangsa

Saleh lalu mengungkit video yang sama juga muncul dari Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat. Pernyataannya kurang lebih sama tetapi tidak ada yang menyebut bahwa itu penistaan. Malah disebarluaskan tanpa preseden negatif.

"Bang Zulhas itu kagum dengan kedua ustaz tersebut. Dia menganggap mereka adalah guru-guru terbaik. Lalu, bahan ceramah mereka dikutip. Itulah yang disampaikannya dalam video tersebut,” ujar Saleh.

Lebih lanjut Saleh mengungkapakn dalam konteks ini, semua pihak diharap untuk tetap berbaik sangka. Sebab, Zulhas tidak punya rekam jejak yang buruk terhadap Islam. Malah sebaliknya, ada banyak agenda umat yang beliau terlibat aktif hingga saat ini.

"Perlu juga diingatkan agar orang-orang yang mencoba mempolitisasi masalah ini untuk segera menghentikannya. Tidak baik dalam konteks membangun kebersamaan dan persatuan. Bukankah semua pihak ingin Indonesia menjadi negara besar, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Sebelumnya, Zulhas saat membuka Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang sempat mengungkapkan keheranan soal perubahan sikap akhir-akhir ini tepatnya di tahun politik.

"Saya keliling daerah pak kiai. Sini aman, Jakarta enggak ada masalah, yang jauh-jauh ada lho yang berubah. Jadi kalau Salat Maghrib baca, 'waladholin... ', Al-Fatihah baca 'waladholin..' Ada yang diem sekarang pak. Lho kok lain," ujarnya.

"Ada yang diem sekarang banyak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu," tambah Zulhas.

Baca Juga: Ketum PAN Zulhas Komentari Debat Capres Pertama: Prabowo Menang Mutlak

Adapun yang dimaksud Zulhas, kelanjutan surat Al-Fatihah itu seharusnya adalah "amin" yang dibaca bersamaan imam dan makmumnya. Kemudian Zulhas juga mengatakan ada yang duduk tahiyat menunjuk menggunakan dua jari.

"Itu kalau tahiyatul akhir awalnya gini (menunjukan jari telunjuk), sekarang jadi gini (menunjukkan dua jari, telunjuk dan tengah)," kata Zulhas terheran-heran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK