Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasan Banyak Aktivis 98 Dukung Prabowo

AKURAT.CO - Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menegaskan tanggung jawab aktivis 98 pada saat momen reformasi tidak hanya meruntuhkan rezim Orde Baru yang kala itu dikomandoi Presiden Soeharto.
Hal itu diucapkan Budiman menanggapi sorotan Amnesty Internasional soal banyaknya aktivis 98 yang mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
"Saya kira aktivis Indonesia tugasnya tidak hanya sekedar menjatuhkan Soeharto, tugasnya membuat Indonesia maju, tugasnya mendorong hilirisasi," kata Budiman di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga: Joget Bareng Prabowo, Nikita Mirzani: Aku Tuh Ngefans!
Budiman menegaskan aktivis memiliki tugas yang sangat luas. Bukan hanya memperjuangkan terciptanya sistem demokrasitapi juga bagaimana caranya untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang adil, maju dan sejahtera.
"Aktivis 98 tugas sejarahnya bukan hanya membuat Indonesia demokratis, membuat Indonesia bersatu tugas aktivis juga, membuat Indonesia maju juga tanggung jawabnya aktivis juga," ujarnya.
Budiman berharap Amnesty bisa melihat secara komprehensif atas semua persoalan yang ada di Indonesia. Menurutnya, mengurus bangsa lebih kompleks daripada sekedar membuat LSM.
Baca Juga: 7 Alasan Ade Armando Berubah Dukung Prabowo, Singgung Orde Baru dan Jokowi
"Mereka punya kacamata sekecil itu sementara layarnya lebar. Saya kira tidak tidak harus menyempitkan layar kita," kata Budiman.
"Bangsa ini jauh lebih kompleks dari pada sekedar membuat LSM," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








