AKURAT.CO, Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diminta untuk memperbanyak narasi persatuan dan nilai-nilai Pancasila.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) GMNI Prof Arief Hidayat MS mengatakan narasi persatuan harus diperbanyak agar kohesi masyarakat yang mulai meluntur belakangan ini kembali bisa menguat.
"Mari kita bersama-sama yang bergabung dalam slagorde Persatuan Alumni GMNI untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Kita isi medsos dengan narasi-narasi bertanggung jawab untuk memperkuat persatuan bangsa dan kohesi sosial masyarakat," ujar Arief Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Hal itu juga yang disampaikan Arief saat memberikan sambutan dalam Halal Bi Halal 1443H Keluarga Besar Alumni GMNI di Auditorium TVRI, Jakarta, Senin malam. Menurut Arief Hidayat, situasi yang dihadapi bangsa belakangan ini membuat prihatin. Jika melihat perkembangan teknologi informasi, adanya disrupsi teknologi, justru membuat kohesi sosial masyarakat mulai meluntur.
Hakim konstitusi itu mengakui media sosial yang sangat berkembang pesat saat ini memang memiliki sisi positif maupun sisi negatif.
"Sisi positifnya dengan adanya medsos di masa pandemi kita bisa saling bersilaturahim dan melakukan kegiatan produktif. Termasuk dalam mendukung kegiatan persidangan di Mahkamah Konstitusi," jelasnya.
Satu hal, menurutnya medsos juga bisa digunakan untuk mengontrol kebijakan negara. Artiya, peran medsos mampu meningkatkan partisipasi publik dalam mengontrol kebijakan yang dibuat pemerintah maupun lembaga negara.
Namun demikian, Ketum PA GMNI menambahkan, memang ada sisi buruk medsos jika digunakan secara tidak bertanggung jawab. Seperti yang dialami beberapa tahun terakhir banyak bermunculan konten medsos berisikan ujaran kebencian (hate speech) dan berita bohong.
"Situasi ini terjadi karena meluasnya informasi berdasarkan pemikiran false truth atau post truth. Konten medsos mulai banyak berisikan kebenaran semu atau ujaran kebohongan yang disebarkan secara massif serta berulang-ulang sehingga menjadi kebenaran yang diterima publik," tutur Guru Besar Hukum Undip tersebut.
Oleh karena itu, ia mendorong agar alumni GMNI mendorong pelbagai narasi melalui medsos yang menyemaikan ajaran persatuan dan toleransi antarsesama anak bangsa. Sebagaimana yang dicontohkan oleh para Founding Fathers khususnya oleh Bung Karno, Bapak ideologis PA GMNI.
Dengan begitu, Arief mengimbau, kini saatnya alumni GMNI menyebarkan narasi-narasi ajaran Bung Karno dimulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi dan berbagai lapisan masyarakat. Sebab, peran ini merupakan tanggung jawab alumni GMNI sebagai kaum nasionalis, pecinta damai dan musyarawah untuk mufakat.
Terlebih lagi alumni GMNI banyak tersebar di berbagai profesi, baik di akademisi, parpol, budaya, pemerintahan, dan profesional.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




