5 Fakta Mengejutkan Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita Asal Aceh yang Ditakuti Penjajah

AKURAT.CO Seiring dengan diperingatinya Hari Pahlawan Nasional ke-76 pada hari Rabu (10/11) lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan ziarah ke salah satu pahlawan perempuan berpengaruh di Tanah Air, Cut Nyak Dien. Sosok pahlawan asal Aceh ini juga telah menginspirasi banyak masyarakat terutama perempuan Indonesia untuk memperjuangkan kesetaraan peran di masyarakat.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait sosok Cut Nyak Dien.
1. Lingkungan taat beragama
Cut Nyak Dien lahir dan besar di lingkungan yang taat beragama. Ayahnya, Teuku Nanta Seutia adalah seorang bangsawan keturunan perantau dari Minangkabau yang terkenal, Datuk Makhudum Sati. Sedangkan ibunya adalah putri uleebalang Lampageu. Ia pun memperoleh pendidikan agama dari guru agama dan orang tuanya, serta pendidikan rumah tangga yang sama-sama mumpuninya.
2. Dinikahkan pada usia 12 tahun
Ketika kecil, Cut Nyak Dien juga dikenal dengan kemolekannya. Tak heran jika banyak pria yang telah mencoba melamar sosok wanita kelahiran tahun 1848 sedari ia masih remaja. Hingga akhirnya, ketika usia Dien 12 tahun, ia sudah dinikahkan oleh orang tuanya. Pada tahun 1862, Cut Nyak Dien resmi menikah dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga atau putra dari uleebalang Lamnga XIII dan dikaruniai satu anak laki-laki.
3. Suami meninggal dunia hingga ikut berperang
Pada tahun 1873, Belanda menyatakan perang kepada Aceh dengan melepaskan tembakan meriam ke daratan Aceh. Suami Cut Nyak Dien, Teuku Cek Ibrahim dan sejumlah prajurit berhasil menekan mundur. Namun di pertempuran selanjutnya pada tahun 1878, Ibrahim tewas dan membuat Cut marah besar kepada Belanda. Hingga akhirnya, ia menerima lamaran dan menikah dengan Teuku Umar pada tahun 1880 karena diperbolehkan berperang bersamanya.
4. Kehilangan suami kedua hingga ditangkap Belanda
Cut Nyak Dien dan suami keduanya, Teuku Umar, dikenal sebagai pasangan pemberontak yang sangat serasi. Keduanya mampu memukul mundur bahkan membuat Belanda potang-panting. Hingga akhirnya, Teuku Umar dikhianati oleh seorang warga Aceh sewaan Belanda. Meski ditinggalkan oleh suaminya, Cut Nyak Dien terus melakukan perlawanan dengan dibantu anaknya, Cut Gambang. Namun, karena ia sudah mulai tua dan mulai sakit-sakitan, ia pun akhirnya ditangkap Belanda dan dibawa ke Sumedang.
5. Meninggal dunia dalam pengasingan
Karena takut kehadirannya bisa membuat semangat juang warga Aceh terus membara, pemerintah Hindia Belanda waktu itu memilih untuk mengasingkan Cut Nyak Dien ke Sumedang, Jawa Barat. Di sana, ia bersama dengan sejumlah tahanan politik Aceh lainnya. Hingga akhirnya pada tahun 1908 silam, ia meninggal dunia dan dimakamkan di Sumedang.
Makam Cut Nyak Dien baru ditemukan pada tahun 1959 silam dengan permintaan dari Gubernur Aceh kala itu, Ali Hasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman
- 10Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas



