Akurat

Ini Lima Pertanyaan Penentu Lolos Tidaknya Lansia Divaksin

Badri | 15 Februari 2021, 19:44 WIB
Ini Lima Pertanyaan Penentu Lolos Tidaknya Lansia Divaksin

AKURAT.CO Para Lansia diatas 60 tahun yang akan menjalani vaksinasi tetap bakal melewati screening ketat. Para Lansia itu bakal diuji dengan lima pertanyaan oleh petugas vaksinaasi. Kelima pertanyaan itu akan menentukan kelayakan atau ketidaklayakan Lansia mendapatkan suntik vaksin.

Juru Bicara Kemenkes untuk program vaksinasi Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, ada lima pertanyaan yang akan mereka ajukan bagi Lansia sebelum disuntik vaksin. Lima pertanyaan itu menjadi prasyarat mutlak bagi Lansia untuk mendapatkan vaksin.

"Untuk lansia lebih dari 60 tahun ada lima kriteria yang akan kita tanyakan untuk menentukan apakah vaksin dapat diberikan atau tidak, diluar tadi penyakit komorbit atau penyakit kronik lainnya," ujarnya pada acara media breafing di kantor Kemenkes Senin (15/2/2021).

Berikut daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada Lansia.

1. Apakah anda mengalami kesulitan naik sepuluh anak tangga?
2. Apakah sering merasa kelelahan?
3. Apakah memiliki paling sedikit lima dari 11 penyakit misalnya diabetes, kangker, paru kronis, serangan jantung, nyeri dada, asma, nyeri sendi dan penyakit ginjal?
4. Apakah kesulitan berjalan minimal 100-200 meter?
5. Apakah ada penurunan berat badan signifikan dalam satu tahun terakhir?

"Kalau ada lima pertanyaan taditerdapat tiga atau lebih (jawaban membenarkan) maka vaksin tidak dapat diberikan. Kalau hanya dua itu vaksin dapat diberikan," ujarnya.

Selain Lansia, dia juga berharap agar petugas kesehatan yang sempat tertunda mendapat vaksinasi agar segera mendatangi Faskesnya. Mereka, kata dia, tak perlu lagi menunggu adanya notifikasi pesan singkat untuk mendapat vaksin.

"Petugas kesehatan yang kemaren tunda atau batal untuk segera kembali ke Fasyankes tidak perlu menunggu notifikasi ataupun pendaftaran. Silahkan kembalike Fasyankes pada saat mendapatkan vaksinasi kembali," ujarnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri