Akurat

Vaksinasi 55 Ribu Pedagang Tanah Abang Dilakukan Mulai Lusa

Badri | 15 Februari 2021, 14:05 WIB
Vaksinasi 55 Ribu Pedagang Tanah Abang Dilakukan Mulai Lusa

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa vaksinasi kepada pedagang Pasar Tanah Abang mulai dilakukan lusa atau Rabu (17/2/2021).

Vaksinasi kepada pedagang Pasar Tanah Abang itu menyasar 55 ribu orang yang setiap hari beraktivitas di pasar tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dirjen P2P Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada acara media breafing pelaksanaan vaksinasi tahap dua di kantor Kemenkes Senin pagi (15/2/2021). Para pedagang Pasar Tanah Abang itu masuk dalam daftar pilot project pelaksanaan vaksinasi berdasarkan klaster masyarakat.

"Pelaksanaan vaksinasi tahap 2 ini akan dimulai pada pedagang pasar yang jadi pilot project di DKI yaitu pada hari Rabu tanggal 17 Februari,"  katanya.

Dia mengatakan, vaksinasi terhadap pedagang Pasar Tanah Abang itu akan dilakukan selama seminggu ke depan. Dia berharap vaksinasi itu sukses dilakukan sehingga bisa terus bergulir kepada masyarakat atau pedagang-pedagang lain. Baik di Jakarta maupun di daerah lain di Indonesia.

"Dalam tahap ini vaksinasi pedagang pasar akan belangsung selama enam hari dengan menargetkan 55 ribu orang pedagang pasar di Tanah Abang dan kami harapkan ini akan bergulir untuk seluruh pedagang pasar yang ada di DKI dan di Indonesia," ungkapnya.

Secara umum, vaksinasi tahap dua saat ini dilakukan secara bertahap. Dimulai dari 7 provinsi pelaksana kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali. Tujuh provinsi itu, kata dia, hingga kini masih berstatus zona merah penyebaran dan penularan virus Covid-19.

"Kami mulai di 7 provinsi di Jawa dan Bali yang juga merupakan zona merah dengan jumlah pasien dan tingkat penularan tertinggi di Indonesia. Kita tau bersama di Jawa-Bali ini sekitar 70 persen kasus Covid-19 ini berada di daerah ini sehingga akan mendapatkan prioritas yang pertama. Selain jumlah kasus yang tinggi, 7 provinsi ini juga merupakan daerah dengan banyak pemukiman padat shg laju penularan sangat tinggi," ungkapnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri