Akurat

Vaksinasi Tahap Dua Mulai Februari Menyasar Sopir hingga Ojek Online

Badri | 15 Februari 2021, 14:02 WIB
Vaksinasi Tahap Dua Mulai Februari Menyasar Sopir hingga Ojek Online

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersiap memulai vaksinasi bagi lansia. Vaksinasi ini akan dimulai Februari ini dan ditargetkan rampung Mei mendatang.

"Program vaksinasi tahap dua ini akan berlangsung mulai Februari dan kita harapkan dapat selesai pada bulan Mei. Seiring pada bulan Mei juga kita akan memulai tahapan untuk masyarakat lainnya," kata pelaksana tugas (Plt) Dirjen P2P Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu saat melaksanakan media breafing pelaksanaan vaksinasi tahap dua di kantor Kemenkes, Senin pagi (15/2/2021).

Pada vaksinasi tahap dua kali ini, total sasaran vaksinasi mencapai lebih dari 38.500 juta orang. Satu juta orang diantaranya adalah kelompok lansia dan lebih dari 17 juta orang lainnya adalah petugas pelayanan publik.

Dia menambahkan, tahapan vaksinasi untuk kelompok prioritas tahap dua kali ini diberikan dengan mengikuti pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO serta kajian dari ahli.

"Jadi, pemerintah tidak asal memilih kenapa harus lansia dan pekerja publik," ujarnya.

Dia mengungkapkan alasan memprioritaskan petugas layanan publik sebagai sasaran utama vaksinasi tahap dua. Kelompok itu, kata dia, merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat interaksi dan mobilitas tinggi.

Petugas layanan publik yang akan diprioritaskan yakni TNI, Polri, petugas tiket, masinis di KA, petugas bandara, pilot, pramugari, petugas pelabuhan, petugas transjakarta (TJ), petugas MRT, sopir bus, kernet bahkan sopir taksi dan juga ojek online.

"Kelompok tersebut merupakan kelompok masyarakat yang miliki interaksi dan mobiltas yang tinggi sehingga sangat rentan terhadap virus COVID-19. Ketika mereka terlindungi lewat vaksinasi, maka kita dapat menurunkan laju penyebaran virus mengurangi beban kerja RS serta membantu nakes," ujarnya.

Selain petugas layanan publik, tahap dua ini juga menyasar guru atau pendidik. Sebab, sudah cukup lama para siswa melaksanakan pembelajaran secara virtual. Celakanya, pembelajaran secara virtual itu tidak bisa dilakukan sepenuhnya lantaran keterbatasan. Termasuk topografi daerah di Indonesia.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri