Akurat Logo

Mendikbud Tekankan Pola Pikir Kewirausahaan ke Kepsek hingga Siswa

| 15 Februari 2021, 10:37 WIB
Mendikbud Tekankan Pola Pikir Kewirausahaan ke Kepsek hingga Siswa

AKURAT.CO, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menekankan pentingnya menanamkan pola pikir kewirausahaan bagi para siswa.

"SMK yang unggul bukan yang hanya berpikir tentang sistem pendidikan, tapi juga kewirausahaan. Buatlah produk hebat dan menjual. Dengan begitu kita bisa menghasilkan SDM yang inovatif. Saya mengajak para kepala sekolah, guru dan siswa, untuk bisa membayangkan bahwa kita adalah wirausahawan," kata Mendikbud dalam keterangan resminya, Senin (15/2/2021).

Selain itu, salah satu program kerja prioritas Kemendikbud pada 2021 yakni revitalisasi pendidikan vokasi. Nadiem menekankan link and match pendidikan vokasi dan industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama (MoU) belaka.

Lebih dari itu, Mendikbud mengatakan, industri dituntut untuk melakukan kerja sama hingga menyerap lulusan SMK. "Kemitraan SMK dengan industri jangan sebatas MoU. Kemitraan haruslah sampai lulusan SMK diserap oleh industri,” kata dia.

Untuk memuluskan program link and match vokasi dengan industri tersebut, Mendikbud mendorong adanya bimbingan dari perguruan tinggi. Hal ini dirasa penting bagi Mendikbud, karena SMK kerap kali kesulitan mencari mitra industri.

"Universitas yang membina beberapa SMK, akan lebih mudah menemukan kemitraan dengan industri," ujarnya.

Mendikbud juga menekankan pentingnya asesmen nasional (AN) yang akan digelar tahun ini. Mendikbud mengatakan bahwa AN diharapkan dapat mendorong kemampuan literasi dan numerasi para siswa SMK.

"Kemampuan berbicara yang lugas, kemampuan memecahkan masalah, dan kecakapan numerasi bisa dibilang sangat penting dimiliki lulusan SMK jika ingin terserap di dunia kerja,” ujar Mendikbud.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto menegaskan bahwa lulusan SMK dituntut tidak hanya mengusai keahlian yang bersifat teknis atau hard skill, namun juga soft skill seperti kedisiplinan, sikap, dan karakter.

Oleh karena itu, ke depannya Wikan akan meminta Politeknik Maritim Semarang (Polimarin), untuk menjadi kakak pendamping bagi SMK Pelayaran Ampari, untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Wikan berharap, SMK di seluruh Indonesia tidak mengesampingkan pendidikan karakter, sehingga lulusan SMK bisa bersaing di dunia usaha, dunia industri, dunia kerja (Iduka).

"Karakter, kedisiplinan, dan sikap itu diciptakan dalam enam semester pembelajaran. Bisa saja dari enam semester itu, tiga semester dipelajari sambil magang," kata Wikan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.