Akurat Logo

Wali Kota Depok: Maulid Nabi Momentum Melawan Pemikiran Jahiliyah

Khaerul S | 1 Desember 2017, 16:45 WIB
Wali Kota Depok: Maulid Nabi Momentum Melawan Pemikiran Jahiliyah

AKURAT.CO, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan keimanan kepada Allah SWT serta kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW semata. Namun, diharapkan dapat menjadi momentum untuk melawan penjajahan pemikiran yang dapat menyebabkan kemunduran bagi umat Islam, terutama di Kota Depok.

“Peringatan ini kita jadikan momentum untuk meningkatkan semangat umat Islam guna melawan penjajahan dalam bentuk pemikiran, akhlak serta perilaku negatif yang sudah menyerang sebagian umat Islam di Indonesia. Tidak terkecuali umat Islam di Kota Depok,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Masjid Balai Kota Depok, Jumat (01/12)

Dikatakannya, tepat pada abad 12 Masehi silam, umat Islam mengalami periode kemunduran serta mengalami keterpurukan pemikiran. Sementara itu, sambungnya, bangsa barat yang dikenal karena kejayaan kelompok humanismenya, memunculkan paham sekulerisme yang memisahkan antara persoalan dunia dengan akhirat, serta politik dengan agama.

“Kemudian, dengan meneladani sifat-sifat serta pemikiran dari Nabi Muhammad SAW, umat Islam kembali bersatu dan kembali mengalami kemajuan serta meninggalkan masa-masa keterpurukannya,” katanya.

Dirinya tidak lupa berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok agar senantiasa meneladani serta mengimplementasikan sifat dan pemikiran dari Nabi Muhammad SAW. Salah satunya, dengan semakin meningkatkan semangat dan kualitas dalam bekerja.

“Bagi ASN yang menjadi guru, harus mengimplementasikan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW di bidang pendidikan. Sementara itu, bagi ASN lainnya harus semakin bersemangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Depok,” tutupnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A