Akurat

Prabowo Ajak PM Australia Perkuat Program Pelatihan Tenaga Pengajar di Indonesia

Atikah Umiyani | 6 Februari 2026, 16:35 WIB
Prabowo Ajak PM Australia Perkuat Program Pelatihan Tenaga Pengajar di Indonesia

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menjajaki penguatan kerja sama di berbagai bidang bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Mulai dari penguatan sistem pendidikan Indonesi, melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi guru dan tenaga pengajar.

"Saya juga mengundang Australia untuk mendukung upaya kita dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pengajar yang akan ditempatkan di universitas-universitas dan sekolah-sekolah baru yang sedang kami bangun," ujar Prabowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengajak Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis, termasuk pengolahan nikel, tembaga, bauksit, dan emas. Selain itu, Prabowo menegaskan kesiapan Danantara dalam memperkuat kemitraan investasi.

Baca Juga: Prabowo Undang PM Australia Hadiri Ocean Impact Summit di Bali, Tingkatkan Kerja Sama Maritim

"Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dalam berbagai bentuk kemitraan lainnya," tambahnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, PM Australia, Anthony Albanese, menyampaikan bahwa Indonesia dan Australia juga telah menyepakati nota kesepahaman dengan Danantara.

"Kami telah menyepakati nota kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Danantara yang akan meningkatkan kerja sama serta membantu mengidentifikasi peluang investasi dua arah antara kedua negara," kata Albanese.

Di akhir pertemuan, dia menyampaikan kepada publik, di hadapan Prabowo bahwa dia optimistis terhadap hubungan bilateral kedua negara ke depan. "Saya yakin hubungan Australia dan Indonesia akan semakin kuat di masa mendatang," pungkas Albanese.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.