Akurat

Prabowo Target Seluruh Desa di Indonesia Terima MBG Tahun Ini

Paskalis Rubedanto | 7 Januari 2026, 18:05 WIB
Prabowo Target Seluruh Desa di Indonesia Terima MBG Tahun Ini

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memaparkan perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. 

Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 55 juta anak Indonesia dalam kurun waktu satu tahun. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

"Hari ini kita sudah memberi MBG 55 juta anak Indonesia, 55 juta dalam satu tahun. Belum ada bangsa lain yang bisa seperti kita," kata Prabowo, saat menghadiri Panen Raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Profesor Eriyatno Rumuskan Desain Rantai Pasok MBG Berbasis STEM dan Social Enterprise

Meski demikian, dia mengakui masih terdapat desa-desa yang belum menerima manfaat program MBG. Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, atas keterbatasan kapasitas pemerintah dalam pelaksanaan tahap awal program tersebut.

"Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Tadi saya datang rakyat banyak teriak desa kami belum terima MBG saya minta maaf kemampuan kita," ujarnya.

Baca Juga: Penerima Program MBG Capai 55 Juta dalam Setahun, Lebih Cepat dari Brasil

Prabowo menegaskan, pemerintah menargetkan perluasan program MBG secara menyeluruh pada tahun depan. Dia memastikan, seluruh desa di Indonesia akan menjadi sasaran program Makan Bergizi Gratis pada 2026.

"Tapi Insya Allah tahun 2026 ini seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG. Sasaran kita tahun 2026, semua desa mendapat MBG," lanjutnya.

Dia meyakini bahwa bangsa Indonesia mampu mengelola program sosial secara serius demi kepentingan rakyat. "Saya kira bangsa Indonesia bangsa yang terbukti mengurus rakyatnya yang sebaik-baiknya," tutup Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.