Akurat

Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Beras

Atikah Umiyani | 6 Januari 2026, 08:28 WIB
Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Beras

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia telah resmi mencapai swasembada beras per 31 Desember 2025. 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

"Saudara-saudara, di Perayaan Natal ini saya dengan bangga, hari ini saya bisa menyampaikan begitu lewat 31 Desember 2025, Bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras," ucap Prabowo.

Baca Juga: Stok Beras Surplus, Pemerintah Tegaskan Tak Impor Beras di 2026

Dia mengungkapkan, swasembada beras merupakan target strategis nasional yang sebelumnya ditetapkan untuk dicapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, target tersebut berhasil diwujudkan jauh lebih cepat.

"Saya beri target kepada tim saya, kita harus swasembada beras empat tahun. Itu target saya, empat tahun," ujar Prabowo.

Kepala Negara dengan penuh kebanggaan menyampaikan capaian penting tersebut kepada seluruh rakyat Indonesia dalam momentum perayaan Natal. 

Prabowo menegaskan, sepanjang tahun 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Hal ini menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Tanpa Impor, Stok Beras RI Awal 2026 Capai Rekor Tertinggi

"Tahun 2025, kita tidak impor beras sama sekali. Tahun 2025. Target empat tahun, kita bisa capai dalam waktu satu tahun," imbuhnya.

Selain memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, capaian swasembada beras Indonesia juga memberikan dampak positif bagi perekonomian global. Prabowo menyebutkan bahwa keputusan Indonesia untuk tidak mengimpor beras, turut menurunkan harga beras dunia secara signifikan.

"Kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun. Turun ratusan dolar seluruhnya. Jadi banyak negara berterima kasih sama kita," ujarnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.