Bappenas dan KEM Dorong Penguatan Bioekonomi Melalui Workshop Bioekonomi Indonesia 2025

AKURAT.CO Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan bioekonomi melalui Workshop Bioekonomi Indonesia 2025, yang digelar di Jakarta Pusat pada Rabu (4/12/2025).
Kegiatan yang didukung Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) ini sekaligus menandai pengukuhan kembali Indonesia Bioeconomy Initiative (IBI), yang pertama kali diluncurkan pada 2024.
Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menekankan pentingnya hilirisasi produk hayati yang tetap berlandaskan pada kelestarian sumber daya alam.
“Kontribusi sektor berbasis bioekonomi terhadap PDB cukup signifikan. Setiap penambahan permintaan produk hayati sebesar 9% akan meningkatkan PDB sebesar 10%,” ujarnya.
Dari sisi pangan, Deputi Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menilai perhutanan sosial sebagai salah satu pilar penguatan model bioekonomi. Skema ini telah melibatkan 1,38 juta kepala keluarga, dengan 65% aktivitas dikelola melalui sistem agroforestry.
“Perhutanan sosial bisa menjadi ujung tombak, namun membutuhkan kolaborasi untuk menjamin hak kelola, pendampingan masyarakat, serta akses modal dan pasar,” tegasnya.
Direktur KKSDA Bappenas, Dadang Jainal Mutaqin, menambahkan bahwa masyarakat merupakan aktor utama dalam pembangunan bioekonomi, baik sebagai produsen berbasis komunitas maupun penjaga ekosistem.
Sesi diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan merumuskan enam langkah strategis percepatan, yakni:
-
Penguatan rantai nilai lokal,
-
Diversifikasi komoditas melalui dukungan teknologi,
-
Penyediaan blended finance,
-
Perlindungan pengetahuan adat,
-
Peningkatan kapasitas lokal, dan
-
Penegakan regulasi lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor disebut sebagai faktor kunci dalam menjawab berbagai tantangan bioekonomi di Indonesia. Executive Director KEM, Fito Rahdianto, menekankan pentingnya pendekatan berbasis akar rumput.
“Memanfaatkan pembelajaran pilot, memperkuat teknologi tepat guna, serta memastikan hilirisasi yang adil menjadi fondasi untuk kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
KEM berharap penguatan kembali IBI dapat menghasilkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran, serta mendorong terwujudnya bioekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









