Bandara VVIP IKN Bakal Beroperasi Komersil di 2026, Masih Tunggu Restu Prabowo

AKURAT.CO Bandar Udara (Bandara) VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ditargetkan bisa menjadi bandara komersil di tahun 2026. Nantinya, bandara ini akan menjadi alternatif pilihan di Kaltim, mengingat jaraknya tak jauh dari Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Kasubag Tata Usaha UPBU Nusantara, Airlangga Tisna Wijaya, mengatakan bandara yang berada di atas Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah ini, sudah beroperasi secara khusus pada 12 Juni 2025, setelah mendapatkan sertifikat Bandar Udara.
"Kita sudah beroperasi mulai tanggal 12 Juni kemarin. Kemungkinan statusnya ini nanti insya Allah tahun depan berubah jadi komersil. Tapi sekarang masih khusus statusnya," kata Airlangga, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga: Badan Bank Tanah Serahkan Sertifikat ke Warga Terdampak Proyek Bandara VVIP IKN
Dia menjelaskan, pihaknya telah membicarakan perubahan status dari khusus menjadi komersil dengan Komisi V DPR RI.
Sementara itu, Plt Kepala Bandara IKN, Imam Alwan, menjelaskan pada tahun ini masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan, khususnya di sisi darat. Fasilitas penunjang seperti lanskap bandara dan beberapa penyempurnaan fasilitas yang beruntutas waktu pekerjaan sebelumnya.
Fasilitas yang akan dibangun, seperti hunian bagi pegawai di sini, kemudian lanskap, kemudian kantor karantina, kantor imigrasi dan sebagainya.
"Jadi kesiapan secara personal sudah siap dan resmi beroperasi. Beberapa waktu lalu kita sudah menerima beberapa kali penerbangan di sini, baik charter flight maupun pesawat pemerintah, pesawat TNAU. Tapi memang pembangunannya akan terus dilanjutkan sampai dengan memenuhi target sebagai kota politik di tahun 2025," kata Imam.
Bandara ini mengandalkan runway 3.000 meter yang memungkinkan pendaratan pesawat berbadan besar hingga Airbus A380. Panjang runway itu dua kali lipat bila dibandingkan bandara SAMS Sepinggan yang hanya 1.500 meter.
Sementara, kapasitas sisi udara memungkinkan 19 pergerakan pesawat per jam, sementara terminal dapat melayani 420 penumpang per jam atau sekitar 1,6 juta penumpang per tahun.
Baca Juga: Changi, Bandara Paling Top di Dunia, Beri Penjelasan soal Delay Bagasi
"Kalau dibandingkan bandara sekitar di daerah-daerah Kalimantan ini, kita secara skala kita paling besar, kita paling siap untuk penerbangan long range, yang jarang jauh karena kita dimensinya paling besar. Jadi untuk dimensi internasional tidak ada masalah, ke manapun terbangnya kita bisa akomodir," jelasnya.
Dengan status bandara komersil, dia meyakini tidak akan terjadi kendala dalam jalur navigasi pesawat antara Bandara IKN dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, meski letaknya berdekatan. Jalur penerbangan (runway) dua bandara itu dibuat satu arah baik saat terbang maupun mendarat.
"Sudah diatur sedemikian rupa, untuk jalur take off dan landing satu arah untuk kedua bandara tersebut," katanya.
Secara teknis, jalur penerbangan sangat mudah diatur, pengaturan lalu-lintas udara dilakukan oleh AirNav melalui Tower kontrol lalu-lintas udara (ACT). Bila Bandara IKN memiliki ICAO WALK, sementara Bandara SAMS Sepinggan memiliki ICAO WALL.
"Jadi secara teknis sangat bisa diatur. Pengaturan lalu lintas udara dilakukan AirNav melalui ACT Tower, sehingga tidak ada tumpang tindih rute," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









