5 Sikap Presidium MLB NU terkait Kekisruhan Elite NU: Ruh Pengabdian PBNU Telah Hilang

AKURAT.CO Konstelasi internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) makin memanas. Gelombang kritik dari berbagai elemen Nahdliyin terus bermunculan, terutama setelah munculnya seruan islah dari para sesepuh NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 30 November 2025.
Di tengah dinamika itu, Presidium Penyelamat Organisasi untuk Percepatan Muktamar dan Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) menyampaikan lima sikap resmi yang mereka nilai penting untuk mengembalikan marwah organisasi.
Anggota Presidium MLB NU, Imam Jazuli, memandang krisis PBNU sudah memasuki fase paling serius. Melalui akun Facebook, Selasa (2/12/2025) ia menyebut seruan moral dari para kiai sepuh sebagai sinyal keras bahwa NU sedang membutuhkan arah baru yang benar-benar berpijak pada khitah dan persatuan jam’iyyah.
Menurutnya, nasihat dari para sesepuh NU adalah cahaya penuntun yang tidak boleh diabaikan, sehingga langkah islah perlu ditempatkan dalam kerangka konstitusional yang menghormati otoritas Syuriyah.
Baca Juga: Terbitkan Undangan Rapat Pleno, PBNU Akan Putuskan Pejabat Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya
Jazuli menegaskan bahwa proses islah tidak boleh membatalkan keputusan Syuriyah secara sepihak, tetapi harus mengintegrasikan nilai perdamaian dan kebersamaan ke dalam proses formal. Menurutnya, seluruh pihak di PBNU perlu saling legawa demi keluar dari kebuntuan yang kian lama justru memecah solidaritas Nahdliyin.
Berikut lima sikap resmi Presidium MLB NU terkait krisis PBNU:
-
Menghormati Keputusan Syuriyah PBNU dan Menyayangkan Krisis yang Terjadi
Presidium mengapresiasi posisi Syuriyah sebagai otoritas tertinggi dalam jam’iyyah, sembari menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi PBNU yang dinilai semakin memalukan dan jauh dari nilai keteladanan organisasi. -
Menilai Krisis sebagai Akumulasi Penyimpangan Tata Kelola
Mereka memandang krisis saat ini merupakan hasil dari tata kelola yang menyimpang dari pedoman organisasi. Presidium sejak awal, kata Jazuli, telah menyoroti dugaan infiltrasi kepentingan eksternal, risiko konsesi tambang, arogansi struktural, hingga masalah transparansi keuangan PBNU. -
Menilai Kepemimpinan PBNU Telah Kehilangan Ruhul Khidmah
Dalam pernyataan tegas, Presidium menyimpulkan bahwa krisis internal PBNU merupakan buah dari kesalahan kolektif pimpinan yang dianggap telah kehilangan ruh pengabdian, nilai fundamental yang menjadi nafas organisasi sejak awal berdiri. -
Mendorong Pleno PBNU dan Percepatan Muktamar ke-35
Presidium mengapresiasi rencana Syuriyah untuk menunjuk Pj Ketua Umum PBNU melalui rapat pleno, dengan mandat mempersiapkan Muktamar ke-35 pada awal 2026. Jika pleno tidak membuahkan keputusan, mereka merekomendasikan PWNU, PCNU, dan PCINU mengirimkan surat resmi agar PBNU segera menggelar percepatan Muktamar atau Muktamar Luar Biasa. -
Mengajak Nahdliyin Menjaga Ukhuwah dan Etika Bermedia
Presidium menyeru seluruh warga NU untuk merawat ukhuwah nahdliyah, menjaga etika bermedia, dan memperbanyak doa agar konflik yang terjadi mendapatkan jalan keluar terbaik melalui islah konstitusional.
Baca Juga: Cak Imin Sentil Konflik Internal PBNU: Cari Solusi untuk NU, Bukan untuk PBNU!
Dengan lima sikap tersebut, Presidium MLB NU berharap dinamika internal PBNU segera menemukan titik terang. Mereka menekankan bahwa penyelesaian terbaik hanya dapat dicapai bila para pemangku mandat kembali menempatkan persatuan sebagai kompas utama dalam setiap keputusan organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









