Protein Nabati pada Kedelai Tak Kalah Hebat, Ini Manfaat yang Didapat Anak Penerima MBG

AKURAT.CO Protein nabati yang berasal dari kedelai serta olahannya, seperti tahu dan tempe, terbukti memiliki manfaat besar dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, terutama bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani, namun menurut ahli gizi, protein nabati dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan biaya dan akses terhadap bahan pangan.
Certified Nutritionist Melly Wijayanti, S.Gz., menjelaskan, protein memiliki peran yang sangat penting dalam masa pertumbuhan anak.
“Protein berperan sebagai zat pembangun, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Melly, di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, anak-anak usia sekolah dasar membutuhkan sekitar 25 hingga 45 gram protein setiap hari, tergantung berat badan.
“Idealnya dalam satu porsi makan program MBG, terdapat 8–15 gram protein agar kebutuhan harian mereka tercukupi,” ungkapnya.
Namun, Melly mengakui bahwa keterbatasan anggaran program MBG menjadi salah satu tantangan utama dalam penyediaan menu yang ideal.
Sumber protein hewani seperti ayam, ikan atau telur memiliki harga lebih tinggi dibandingkan bahan nabati. Akibatnya, porsi protein dalam menu MBG kerap tidak maksimal.
“Kita tidak bisa menyalahkan pihak penyusun menu, karena memang banyak keterbatasan di sistem, terutama pada alokasi biaya,” katanya.
Meski demikian, ahli gizi ini menilai bahan pangan berbasis kedelai dapat menjadi alternatif yang sangat baik. Menurut Melly, tempe dan tahu memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi serta mudah diolah.
“Kalau memang ada keterbatasan dalam akses produk hewani, dibandingkan makan telur dua hari sekali, lebih baik tahu atau tempe setiap kali makan, karena harganya jauh lebih terjangkau,” ujarnya.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas) konsumsi kedelai nasional Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 2,75 juta metrik ton di tahun 2025.
Tingginya kebutuhan tersebut salah satunya karena adanya program MBG. Sebagian besar kebutuhan kedelai nasional tersebut saat ini belum bisa dipenuhi dari hasil produksi pertanian dalam negeri.
Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi pengembangan produksi kedelai lokal di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Melly menambahkan, protein sebaiknya tetap ada di setiap menu makan anak-anak, meskipun tidak selalu dari sumber hewani.
"Idealnya memang dari hewani karena lebih mudah diserap tubuh, tapi jika sumbernya terbatas, bisa diselingi dengan nabati. Setidaknya dua kali seminggu tetap ada lauk hewani jika memungkinkan,” jelasnya.
Melly meyakini, adanya protein hewani dan nabati dalam setiap menu yang disantap anak-anak, membuat para penerima MBG tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang seimbang.
Program ini, menurutnya, tidak hanya soal pemberian makanan gratis, tetapi juga memastikan bahwa setiap porsi yang disajikan benar-benar mempunyai nilai gizi yang baik bagi pertumbuhan, kecerdasan dan masa depan anak-anak Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









