Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini Lewat Civic Education

AKURAT.CO Sejak di bangku sekolah, kita sudah diperkenalkan dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Tujuannya jelas: membentuk warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan mampu berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa.
Namun, di era globalisasi saat ini, arus budaya asing yang deras sering kali membuat sebagian masyarakat kehilangan jati diri.
Identitas nasional perlahan terkikis oleh gaya hidup baru yang tidak selalu selaras dengan nilai luhur bangsa.
Di sinilah Civic Education atau pendidikan kewarganegaraan mengambil peran penting.
Sejak dini, anak-anak perlu ditanamkan pemahaman tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai bangsa agar tidak tercerabut dari akarnya.
Apa Itu Civic Education?
Secara etimologis, kata civic berasal dari bahasa Latin civis yang berarti “warga negara.” Dalam bahasa Inggris berkembang menjadi civics, yakni ilmu kewarganegaraan.
Sedangkan Civic Education berarti pendidikan kewarganegaraan.
Baca Juga: Pegadaian Raih 16 Penghargaan di ICCA 2025
Menurut Soedijarto (1996), Civic Education adalah pendidikan politik yang membantu siswa menjadi warga negara dewasa secara politik dan berpartisipasi membangun sistem demokrasi.
Dengan kata lain, Civic Education bukan hanya sekadar pelajaran di sekolah, melainkan proses pembentukan karakter bangsa yang juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan masyarakat.
Tujuan Civic Education
1. Membentuk Warga Negara yang Baik dan Bertanggung Jawab
Civic Education mengajarkan pentingnya taat hukum dan norma sosial.
Misalnya, mematuhi aturan lalu lintas, menghormati undang-undang, serta ikut serta dalam kegiatan sosial seperti gotong royong, pemilu, dan perayaan nasional.
2. Menanamkan Nilai Demokrasi
Sejak dini, anak-anak perlu memahami arti toleransi, kesetaraan di mata hukum, dan cara menyampaikan pendapat melalui musyawarah.
Nilai-nilai demokrasi ini menjadi pondasi kokoh bagi kehidupan berbangsa.
3. Menumbuhkan Rasa Nasionalisme
Melalui Civic Education, siswa diajak memahami sejarah perjuangan bangsa serta pentingnya persatuan di tengah keberagaman.
Nasionalisme yang kuat akan membuat generasi muda mencintai tanah air tanpa membeda-bedakan suku, budaya, maupun agama.
Pendidikan kewarganegaraan adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Ia menanamkan moral, etika, dan nasionalisme sebagai bekal generasi penerus.
Baca Juga: Cek Bansos Rp600.000 dengan KTP Mudah Lewat HP, Kapan Jadwal Cairnya?
Jika nilai-nilai ini tertanam kuat, maka Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap membawa bangsa menuju kemajuan.
Civic Education bukan sekadar pelajaran, melainkan fondasi untuk menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Laporan: Fikhra Azmi/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Perbedaan Digital Citizen dan Citizen Journalism: Pengertian serta Karakteristiknya
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








