Akurat

Polusi Udara dan Dampaknya pada Kesehatan Pernapasan

Eko Krisyanto | 21 September 2025, 23:08 WIB
Polusi Udara dan Dampaknya pada Kesehatan Pernapasan

AKURAT.CO Polusi udara sudah menjadi masalah sehari-hari, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Asap kendaraan, aktivitas industri, hingga pembakaran sampah membuat udara tercemar oleh berbagai zat berbahaya.

Padahal, udara yang kita hirup setiap hari sangat menentukan kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Polusi udara adalah kondisi ketika udara tercemar oleh polutan berupa zat kimia dan partikel berbahaya.

Polutan ini bisa berasal dari asap kendaraan bermotor, asap rokok, limbah industri, hingga pembakaran terbuka.

Bila terhirup terus-menerus, zat berbahaya tersebut dapat mengganggu bahkan merusak organ pernapasan.

Dampak Polusi Udara terhadap Sistem Pernapasan

Karena berisi zat berbahaya, polusi udara memberi banyak efek negatif pada tubuh, khususnya paru-paru. Beberapa di antaranya:

Baca Juga: Tak Sekadar Organisme Sederhana, Jamur Adalah Kunci Keseimbangan Hutan

  1. Iritasi Saluran Pernapasan

    Paparan polusi bisa memicu iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Kondisi ini kerap memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada, seperti asma atau bronkitis.

  2. Meningkatkan Risiko Kanker Paru-paru

    Dalam jangka panjang, polusi udara dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Kandungan karsinogenik seperti benzena dan formaldehida berpotensi merusak sel-sel paru.

  3. Memicu Asma dan Bronkitis Kronis

    Anak-anak dan lansia termasuk kelompok paling rentan. Anak-anak karena paru-parunya masih berkembang, sementara lansia karena fungsi paru sudah menurun.

  4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Pneumonia

    PPOK menyebabkan penyempitan saluran pernapasan secara bertahap sehingga penderitanya sulit bernapas, batuk kronis, dan menghasilkan banyak dahak.

    Sementara pneumonia membuat kantung udara di paru-paru meradang dan terisi cairan atau nanah, sehingga berbahaya bila tidak ditangani.

Cara Melindungi Diri dari Polusi Udara

Meski polusi sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa langkah untuk mengurangi risikonya:

  • Gunakan masker saat kualitas udara memburuk.

  • Batasi aktivitas luar ruangan ketika polusi sedang tinggi.

  • Gunakan air purifier di dalam rumah.

  • Tanam tanaman hijau di sekitar rumah untuk membantu menyaring udara alami.

Polusi udara bukan sekadar isu lingkungan, tetapi ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Dampaknya pada sistem pernapasan bisa ringan hingga serius, bahkan berujung penyakit kronis.

Baca Juga: I Love You, Pak! WNI di New York Tak Bisa Sembunyikan Rasa Bahagia Saat Bertemu Presiden Prabowo

Karena itu, menjaga kualitas udara dan melindungi diri dari paparan polusi adalah investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.