Di Depan Menlu AS, Sugiono Desak Kebijakan Visa Pelajar yang Lebih Inklusif

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mendorong penguatan kemitraan strategis ASEAN dengan Amerika Serikat (AS). Tidak hanya dalam menjaga stabilitas kawasan, tapi juga dalam mendorong pertumbuhan inklusif berbasis nilai.
Dalam forum ASEAN–US Post-Ministerial Conference (PMC) yang turut dihadiri oleh Menlu AS Marco Rubio, dia menekankan bahwa AS adalah mitra pertumbuhan dan mitra perdamaian bagi ASEAN.
Dia menyoroti capaian konkret yang telah berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui pendirian ASEAN–US Center di Washington DC pada 2023 guna memperkuat visibilitas ASEAN di AS.
Baca Juga: China Resmi Berlakukan Bebas Visa Transit 10 Hari untuk WNI, Berlaku di 24 Wilayah
Untuk melanjutkan momentum tersebut, Indonesia juga mengapresiasi dukungan bipartisan yang kuat dari Parlemen AS terhadap ASEAN Act, yang semakin memperkuat komitmen jangka panjang AS terhadap kawasan.
Bersamaan dengan itu, Sugiono juga menekankan bahwa kerja sama pendidikan tetap menjadi pilar penting dalam hubungan antar masyarakat. Saat ini, lebih dari 8.000 pelajar Indonesia menempuh studi di AS.
"Para pelajar ini bukan hanya penimba ilmu, tetapi juga jembatan strategis kemitraan kita. Kami berharap kebijakan visa yang lebih inklusif dapat mendukung investasi jangka panjang ini," ucap Sugiono, di Kuala Lumpur, Malaysia, dikutip Minggu (13/7/2025).
Di sisi lain, Sugiono juga menyampaikan harapan ASEAN agar AS terus mendukung perdagangan yang terbuka dan adil, termasuk melalui ASEAN–US Trade and Investment Framework Arrangement (TIFA).
Baca Juga: DPR Kawal Kasus Gagalnya Visa Haji Furoda, Puan: Akan Didalami Serius
Sebagai mitra perdamaian, Sugiono menekankan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional harus menjadi landasan bersama dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus memanas.
Secara khusus, dia menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza sebagai konsekuensi dari pelanggaran prinsip hukum internasional.
"Tragedi kemanusiaan di Gaza harus menjadi penggerak bagi kita semua. Indonesia kembali menyerukan gencatan senjata permanen, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan jalan kredibel menuju solusi dua negara sesuai resolusi PBB," tegas Sugiono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag





