Akurat

Menag Akan Dampingi Presiden Prabowo ke Jeddah, Bahas Kampung Haji

Ahada Ramadhana | 1 Juli 2025, 17:22 WIB
Menag Akan Dampingi Presiden Prabowo ke Jeddah, Bahas Kampung Haji

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan bertolak ke Jeddah, Arab Saudi, dalam rangka pertemuan dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi, untuk membahas tentang penyelenggaraan haji.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan keberangkatan ini salah satunya juga membahas rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.

"InsyaAllah sebentar lagi kami akan bertolak ke Jeddah mendampingi Bapak Presiden untuk membicarakan persoalan haji. Salah satu agendanya adalah rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia di Makkah," ujar Menag, saat ditemui di Terminal VIP Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: Tak Hanya Kelola Dana, DPR Nilai BPKH Punya Potensi Jadi Syarikat Haji

Pembangunan perkampungan haji dan umrah menjadi langkah strategis, mengingat besarnya jumlah jemaah Indonesia yang beribadah ke Tanah Suci setiap tahunnya.

"Kita bisa bayangkan, 1,5 juta orang umrah setiap tahun dan lebih dari 220 ribu orang menunaikan ibadah haji. Sudah saatnya Indonesia memiliki gagasan konstruktif untuk mendukung pelayanan jemaah secara jangka panjang," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga telah memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Misi Haji Indonesia. Apresiasi ini disampaikan Wakil Menteri Urusan Haji Kerajaan Saudi, saat berkunjung ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah baru-baru ini.

"Alhamdulillah, pelaksanaan haji Indonesia secara umum dinilai baik dan mendapat apresiasi langsung dari pemerintah Saudi. Bahkan, mereka menilai jemaah haji Indonesia sebagai yang paling tertib," jelas Menag.

Baca Juga: Imbas Konflik Iran-Israel, 760 Jemaah Haji Indonesia Masih Tertahan di Jeddah

Meskipun pelaksanaan haji tidak sepenuhnya sempurna, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang paling siap menghadapi berbagai perubahan regulasi dalam sistem penyelenggaraan haji yang baru.

"Ini menjadi bukti bahwa sistem dan kesiapan kita sudah berada di jalur yang benar," jelas Menag.

Dia menegaskan, pemerintah Indonesia berharap kerja sama bilateral khususnya pada penyelenggaraan haji dan umrah akan semakin erat dan memberikan manfaat besar bagi seluruh umat Islam Indonesia di masa yang akan datang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.