Akurat Logo

Sekolah Rakyat Punya Potensi Besar, Harus Berlanjut Meski Rezim Berganti

Paskalis Rubedanto | 23 Mei 2025, 11:12 WIB
Sekolah Rakyat Punya Potensi Besar, Harus Berlanjut Meski Rezim Berganti

AKURAT.CO Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto di bawah naungan Kementerian Sosial, mendapat banyak dukungan dari berbagai kalangan. 

Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025, tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
 
Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad, menilai Sekolah Rakyat memiliki potensi besar dalam membentuk karakter anak-anak Indonesia, melalui pendidikan yang terstruktur dan disiplin selama 12 tahun. 

Baca Juga: Mendagri: Pemda Berperan Strategis Dukung Sekolah Rakyat

Dia menyebut, melalui pendidikan yang menyentuh langsung masyarakat miskin ekstrem, Sekolah Rakyat dapat melahirkan generasi pemimpin bangsa yang berkarakter dan memiliki jati diri Indonesia.
 
"Kita harapkan program ini tidak hanya berlangsung selama masa satu pemerintahan saja. Harus ada sistem dan regulasi yang menjamin keberlanjutan Sekolah Rakyat, bahkan setelah bergantinya rezim," ujar Achmad dalam keterangan resminya, Jumat (23/5/2025).
 
Dia juga menyoroti perlunya koordinasi antarlembaga negara dalam implementasi program ini. Sebab, Sekolah Rakyat menyangkut lintas sektor seperti pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. 

Dia menegaskan, sistem pendidikan yang dirancang perlu menjamin keberhasilan output, tidak hanya dari segi akademik, tapi juga dari pembentukan karakter kebangsaan.
 
"Kalau sistemnya sudah dibangun dengan baik, Sekolah Rakyat bisa menjadi seperti SD INPRES zaman Orde Baru yang tetap dikenang hingga kini. Bedanya, ini menyasar kelompok masyarakat termiskin, untuk memastikan mereka tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan antar generasi," imbuhnya.
 
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori miskin ekstrem mencapai sekitar 5,3 juta jiwa, atau setara dengan 1,95 persen dari total populasi. Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem secara total pada 2027.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Siap Beroperasi di 63 Lokasi, Sasar Siswa Miskin dan Daerah Tertinggal
 
Karena itu, pentingnya penyusunan sistem yang berkelanjutan dan tepat sasaran, terutama untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. 

Politisi Partai Demokrat ini berharap, anggaran besar yang digelontorkan untuk program ini digunakan secara efisien dan transparan, demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
 
"Jangan sampai program ini hanya bersifat proyek jangka pendek. Kita harus membangun jati diri anak-anak bangsa dari akar rumput. Sekolah Rakyat ini adalah peluang emas untuk itu," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.