AKURAT.CO Komisi IV DPR meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menyiapkan peta jalan menjelang panen raya periode bulan Maret-April.
Wakil Ketua Komisi IV, Alex Indra Lukman, menjelaskan, perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Bulog tegas bahwa menyerap gabah dan beras hasil panen petani tanpa ada pembatasan kualitas maupun kuantitas.
Hal tersebut juga disampaikan Alex dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Pertanian dan Bulog beberapa waktu lalu.
Menurut Alex, batasan yang diberikan Presiden RI kepada Bulog hanya harga beli yaitu Rp6.500 per kilogram untuk gabah dengan kualitas apapun dan Rp12.000 per kilogram untuk beras.
Ia melihat Bulog belum memiliki kejelasan terkait pola penyerapan gabah menjelang panen raya yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Maret dan April.
Baca Juga: Harga Gabah Anjlok di Bantul, Titiek Soeharto Desak Bulog Serap Hasil Panen Sesuai HPP
Hal ini membuat khawatir para petani, khususnya perihal limit gabah atau beras yang akan diserap Bulog sebagai operator di lapangan.
"Menyerap cadangan beras sebanyak tiga juta ton dengan sokongan anggaran sebesar Rp16,6 triliun itu jadi dilema karena tidak adanya penjelasan limit dari perintah itu," ujarnya.
Selain itu, terdapat perintah lanjutan kepada Bulog untuk memanfaatkan dan menggunakan pinjaman dari perbankan jika stok beras benar-benar belum mencukupi.
Termasuk, tugas lain yang diperintahkan kepada Bulog agar membeli gabah harga kering panen Rp6.500 per kilogram atau beras Rp12.000 per kilogram dengan syarat-syarat yang sudah tercantum.
"Pertanyaan saya, ini limitnya berapa banyak? Penugasannya terpisah lho, menyerap untuk stok sebanyak tiga juta ton. Wajib membeli gabah kering panen dan beras dengan harga yang sudah ditentukan, limitnya berapa," kata Alex.
Baca Juga: Komisi IV DPR Dukung Kebijakan Prabowo: Bulog Wajib Serap Gabah Petani Rp6.500 per Kg
Menurutnya, penjelasan terkait susunan kerja Bulog dalam menyerap gabah atau beras harus disampaikan utuh di ruang publik, guna menjawab ketakutan petani menjelang panen raya.
"Saya harus menyampaikan bagaimana petani gembira, berterima kasih, mengapresiasi ketika pemerintah memutuskan membeli gabah kering panen mereka seharga Rp6.500," ungkap Alex.
"Ketika mereka panen, apa pemerintah mau ngeles, gudang melimpah stoknya. Tidak bisa seperti itu, perintahnya tegas," katanya menambahkan.
Alex meminta Bulog dan Kementan menjelaskan kepada publik perihal upaya pemerintah dalam menyerap gabah dan beras petani jelang musim panen raya.
"Ini serapan nanti di panen raya akan seperti apa, petani sudah sangat berharap sekali. Kan memang logikanya ketika panen raya harga panen pasti turun, maka Bulog akan jadi prioritas pertama petani untuk menjual hasil panennya," jelasnya.
Baca Juga: Optimalikan Serapan Gabah, Bulog Diminta Tingkatkan Kesiapan Gudang Penyimpanan
"Betapa kecewanya mereka kalau seandainya bukan memberikan uang untuk membeli gabah, malah memberikan alasan," tutup Alex.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian
- 10Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas







