DPR Minta Pemerintah Bikin Simulasi Percepatan Pengangkatan CPNS dan PPPK

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, meminta agar pelantikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Hal ini disampaikannya menyusul pro dan kontra yang muncul setelah Kementerian PAN-RB memutuskan menunda jadwal pelantikan CPNS dan PPPK.
Dasco menjelaskan, DPR telah berkomunikasi dengan pemerintah untuk mendorong pelaksanaan simulasi dan percepatan pendataan agar proses pelantikan dapat segera direalisasikan.
“Melihat adanya pro dan kontra terkait penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK, DPR telah melakukan komunikasi dengan pemerintah beberapa hari lalu, meminta agar dilakukan simulasi dan percepatan pendataan,” kata Dasco kepada wartawan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/3/2025).
Baca Juga: Karier Politik RK Diuji Pasca Penggeledahan KPK, Pengamat: Masih Ada Peluang untuk Bangkit
Ia berharap dengan adanya simulasi tersebut, pemerintah dapat segera memutuskan jadwal pelantikan CPNS dan PPPK tanpa menimbulkan polemik lebih lanjut di masyarakat.
“Diharapkan dalam 1-2 hari atau paling lambat minggu depan, hasil simulasi yang diminta oleh DPR kepada pemerintah dapat diumumkan, sehingga proses pengangkatan CPNS dan PPPK bisa lebih baik dan lebih cepat dari jadwal yang telah diumumkan pada rapat antara Komisi II dengan MenPAN-RB,” jelas Dasco.
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan jadwal pelantikan CPNS tahun 2024 pada 1 Oktober 2025. Sementara itu, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dijadwalkan akan diangkat pada 1 Maret 2026.
Keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk penyesuaian data formasi, penataan pegawai non-ASN, serta upaya standarisasi tanggal pengangkatan.
Dasco berharap dengan adanya komunikasi yang intensif antara DPR dan pemerintah, pelantikan CPNS dan PPPK dapat dilaksanakan lebih cepat dari yang telah dijadwalkan, sehingga tidak menimbulkan polemik lebih lanjut di tengah masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








