Akurat Logo

Danantara Sejalan dengan Visi Misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto

Ahada Ramadhana | 25 Februari 2025, 16:17 WIB
Danantara Sejalan dengan Visi Misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto

AKURAT.CO Pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) oleh Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan visi besar Asta Cita, yang bertujuan membawa perekonomian Indonesia ke tingkat lebih tinggi melalui investasi berkelanjutan dan inklusif.

"Peran strategis Danantara mendukung pencapaian Asta Cita yang menjadi visi besar pembangunan nasional," kata Anggota Komisi VI DPR, Amin AK, Selasa (25/2/2025).

Ia menjelaskan, Danantara bisa berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dengan berinvestasi di sektor-sektor prioritas.

Dalam hal ini, kemajuan sektor energi terbarukan, manufaktur maju, industri hilir dan produksi pangan dapat meningkatkan daya saing global Indonesia dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan, sesuai dengan misi Asta Cita.

Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pengurus BPI Danantara Dilarang Rangkap Jabatan

"Lahirnya Danantara adalah momentum penting untuk memperkuat ekosistem BUMN dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Saya berharap pengelola Danantara dapat bekerja keras, profesional dan inovatif dalam menjalankan mandat besar ini," ujar Amin.

Dengan pengelolaan investasi yang efektif, Danantara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Selain itu, Amin juga mengingatkan pentingnya penerapan good corporate governance (GCG) dalam pengelolaan Danantara.

Dia mencontohkan, Danantara harus diumumkan secara terbuka dan berbasis kajian ekonomi yang kuat. Untuk mencegah potensi benturan kepentingan, intervensi politik dan moral hazard dalam pengelolaannya.

Baca Juga: Prabowo Mengucap Bismillah Saat Meluncurkan Danantara, Ini Pahala dan Keistimewaan Membaca Basmalah

"Saya mendorong pengelola Danantara untuk selalu bersikap profesional, menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dan terbuka kepada publik. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan Danantara bisa menjadi contoh holding BUMN yang berintegritas," jelasnya.

Terkait model pengelolaan Danantara, Amin menilai model yang diterapkan di China bisa menjadi referensi.

Di negara itu, BUMN dikelola dengan sistem holding yang kuat, profesional, memiliki struktur jelas serta didukung pengawasan ketat dari pemerintah.

"Sistem ini terbukti mampu mendorong efisiensi dan produktivitas tinggi. Model investasi yang diterapkan di China antara lain dengan menginvestasikan kembali laba BUMN sepenuhnya untuk memperbesar skala usaha dan meningkatkan kontribusi ekonomi," ungkapnya.

Baca Juga: SBY Instruksikan Kader Demokrat Kawal Pemerintahan Prabowo, Termasuk Program BPI Danantara

Jika aset dikelola secara profesional dan amanah kemudian diinvestasikan di sektor strategis bisa mendatangkan investor yang nilainya berlipat.

Namun, Amin mengingatkan bahwa keberhasilan Danantara membutuhkan waktu dan tidak bisa instan.

Dengan roadmap seperti itu, BUMN di China pada 2023 lalu menyumbang pendapatan operasional hingga USD12,11 triliun.

"Jumlah itu setara dengan sekitar 68 persen dari Produk Domestik Bruto negara tersebut dan mempekerjakan sekitar 56,12 juta tenaga kerja atau sekitar 7,65 persen dari total angkatan kerja nasional," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo: Danantara Bukti Indonesia Siap Jadi Pemimpin Ekonomi Dunia

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK